Awal tahun 2020 di ikuti datang nya musim hujan yang di tunggu-tunggu para petani cabe. Kekeringan yang berkepanjangan membuat tanaman cabe nereka kesulitan air sehingga mempengaruhi kebugaran tanama.

Suka cita datang nya hujan tidak berlangsung lama karena penyakit mewabah merusak tanaman dan produktifitas cabe nasional segera menurun. Hal ini terlihat dengan meningkatnya harga cabe tingkat petani yang tadi nya bertengger pada tingkat harag sekitar Rp 30.000 per Kg meroket menjadi Rp 60.000 per Kg pada minggu terakhir bulan Januari 2020.

Di musim hujan biasanya serangan akan mengakibatkan meluasnya jamur Anthranoksa yang menyebabkan buah cabe pada busuk.

Tetapi pada masa transisi atau panca roba masih menyisakan dampak serangan virus yang dibawa oleh kutu2 an yng menyebabkan daun cabe menjadi keriting dan mengakibatkan produktifitas menurun drastis.

Begitu harga melonjak timbul keinginan kuat untuk mengusahakan agar tanaman yang sudah malas berbuah akibat serangan virus kuning mozaik ataupun  virus Gemini agar dapat segera berbunga. Harapan nya dapat segera menghasilkan buah dan dipanen saat harga tinggi.

Saat ini kondisi tanaman yang terkena virus kuning tidak dapat disembuhkan sehingga pilihan nya dicabut karena akan menghabiskan dana pemeliharaan dan harapan bisa berbuah banyak boleh dikatakan kemungkinan nya minim

Kalau mengharapkan menanam dari awal kemungkinan harga cabe tinggi sudah kembali turun.

Banyak petani cabe datang untuk berkonsultasi untuk bisa menyembuhkan tanaman mereka. Mereka melihat kondisi tanaman di kebun Asrifarm kondisinya masih bagus dan berbuah normal.

Aa satu blok tanaman cabe sedang dilakukan penelitian untuk mengatasi pemulihan cabe yang kondisinya buruk akibat seranagn OPT (Organisme Perusak Tanaman) menggunakan ramuan yang diberi nama BELIMPA.

Ketika ditanya apa arti BELIMPA dijelaskan bahwa nama tersebut ber asal dari kata Berlimpah. Yaitu harapan agar tanaman cabe bisa produktif , berbungan dan ber buah  berbuah lebat.

Ramuan BELIMPA berbeda dengan produk-produk Asrifarm yang lain, kali ini BELIMPA berupa serbuk dikemas dalam kemasan aluminium foil dengan berat 400 gram. Dengaqn demikian dapat diharapkan BELIMPA dapat disimpan lebih lama daripada berupa cairan.

Penggunaan nya juga cukup irit, setiap 1 sendok makan dapat di larutkan dalam 10 liter air, disemprotkan merata keseluruhan pohon dengan selang waktu 5 hari sekali.

Dalam penelitian pada peneyemprotan kedua tanaman cabe rawit, kondisi tanaman sudah terlihat membaik dan yang terkena penyakit pada masa generatif , tunas2 bunga mulai ber munculan kembali.

Kalau rekan-rekan ingin mencoba untuk mengatasi permasalahan cabe nya, bisa membeli di BUKALAPAK atau TOKOPEDIA.

Cara kerja BELIMPA adalah dengan menseterilisasikan tananam agar perusakan tanaman oleh mikro organisme berkurang dan pada saat itu nutrisi yang siberikan akan membantu normalisasi tanaman. BALEMPA memberikan situasi lingkunag yang membuat tunas bunga dan daun cepat terjadi.

Memasuki tahun 2020 juga diiringi masuknya musim hujan yang didambakan para petani setelah mengalami musim kering yang panjang. Turun hujan nya bahkan berlimpah sehingga Jakarta memasuki penghujung tahun mengalami kebanjiran di mana-mana akibat curah hujan yang tinggi.

Turun nya hujan tidak hanya membawa ke gembiraan tetapi juga kesedihan karena seperti biasanya akan banyk penyakit tanaman meraja lela. Salah satu penyakit tanaman yang dikuatirkan adalah busuk buah Patek atau Anthranoksa. Serangan patek bisa menggagalkan panen bahkan pohon nya akan mati merana.

Penyakit ini termasuk yang sukar ditangani bahkan fungisida  yang diperuntukkan untuk itu seperti Anthracol ataupun BION M yang tenar itu juga tidak banyak membantu. Yang menjadi pertanyaan adalh bagaimana BISMA PK bisa mengatasi penyakit ini?

BISMA PK cukup baik untuk pencegahan dan penanganan Patek selama jamur belum meluas dan yang ter infeksi adalh permukaan cabe nya . Yang sudah teruji apabila penggunaan rutin tiap minggu akan menjauhkn tanaman dari serangan Patek. Ada beberapa catatan untuk mencegah dan menangani Patek menggunakan BISMA PK yaitu

  1. Aplikasikan BISMA PK rutin setiap minggu, terutama menjelang pembungaan atau selama pembuahan hingga panen ber akhir
  2. Upayakan menanam cabe yang tolerant terhadap serangan Patek. banyak varietas yang tahan atau terhadap serangan Patek
  3. Untuk mengurangi kerugiaan apabila terkena serangan, selain menggunakan BISMA PK juga campur dengan ARWI NA untuk memperkuat pembasmian jamur Anthranoksa yang membandel.
  4. Buang dan musnahkan buah yang terkena busuk Patek
  5. Busuk buah ada beberapa macam, ciri serangan Patek adalah busuk nya kering. Dilapangan akan juga terjadi banyak busuk basah. Busuh basah biasanya karena serangan lalat buah. Untuk mengatasi serangan lalt buah ada car tersendiri . dalam artikel berikut nya akan dipaparkan cara menanggulangi nya.
  6. Ada juga busuk buah karena bakteri. Ciri-ciri nya juga basah , ini bisa terbantu penanganan nya penggunaan Arwi NA.
  7. Dalam pemupukan nya, jangan memberikan unsur N secara berlebihan.  Aplikasikan pupuk organik untuk pupuk dasar dan POC (pupuk Organik Cair) untuk pemupukan susulan. Penggunaan BISMA PK bisa tanpa POC dengan tambahan NPK sedikit sesuai yang direkomendasikan yaitu 50 gram untuk volume tangki 14 liter.
  8. Untuk mengembalikan kondisi tanaman bisa pilih, daun nya hijau melebar, bunga segera muncul dan tidak tidak rontok, gunakan ramuan bubuk  "BELIMPAH" atau pelebat buah "PANENKU yang dicampurkan bersamaan dalam penyemprotan larutan BISMA PK

Perlu diperhatikan bahwa aplikasi BISMA PK akan effektif kalau segera digunakan begitu peniriman tiba. Bisma PK yang dikirim selalu kondisi nya baru. Penyimpanan di penolahannya tidak lebih dari 10 hari setelah pembuatan.

Walaupun expired date nya bisa mencapai setahun sebaik nya digunakan segera. Oleh sebab itu dalam pembelian nya lebih baik bertahap sehingga tidak menyimpan nya terlalu lama untuk digunakan dalam mengatasi PATEK

 

Apakah Anda percaya bahwa cara berbudi daya HIPOH benar mampu meningkatkan produktifitas lima kali lipat atau sebesar 500%.

Biasanya kalau ingin meningkatkan produktifitas pertanian sekitar 30-40% sudah WOW .....hebat. Lha HIPOH kok berani menawarkan kenaikan produktifitas nya sampai 5-8 kali......?????

Mari kita gali darimana hitung-hitungan nya bisa menjanjikan angka tersebut dan rasional bagaimana hal itu bisa dicapai dan pada akhirnya kita akan tinjau dilapangan apak yang dijanjikan bisa terealisasi.

Dari informasi yang dihimpun ada beberapa pendekatan yang akan kita bahas dalam beberapa artikel karena akan panjang lebar. Pointer-pointer itu adalah:

  1. Jumlah tanaman yang ditanam dalam satuan luas
  2. Bagaiman metoda tanaman bisa tumbuh baik dan menghasilkan panen
  3. Bagaimana mengatasi hama dan penyakit
  4. Definisi HIPOH menyangkut Produktifitas, Efisien dan Sehat. 3 nomor diatas membahas produktifitas. Agar petani dan konsumsi tanaman sehat pasti nya harus organik. Yang sangat ingin kita ketahui adalah seberapa efisien metoda HIPOH ini
  5. Bagaimana dalam penerapan dilapangan apakah sesuai hitungan?

1. Jumlah Pohon per Satuan Luas

Kita bahas yang pertama yang dapat menjelaskan bahwa HIPOH mencapai dapat meningkatkan produktifitas 5 kali lipat lebih, bukan isapan jempol belaka.

Kita ambil luasan 100 meter persegi saja, ukuran 10 meter kali sepuluh meter. Metoda tanam cabe  yang direkomendasikan sebagai best practise  akan menanam 180-200 pohon dalam 100 merer persegi atau 20 ribun pohon dalam 1 Hektar (10 ribu meter persegi).

Kalau metoda Hipoh berapa yang akan ditanam? 1000 (seribu) pohon. Benar itungan nya . Kalu pohon nya bisa menghasilkan akan mampu meningkatkan produktifitas lima kali lipat. Pertanyaan selanjutnya bagaimana itu bisa dilakukan tanpa mengganggu pertumbuhan? terbayang betapa rapat nya kebun cabenya. Dan akarnya akan rebutan hara. Tidak terbayang itu mungkin. Gimana cara tanam nya?

Tanam di Polybag ukuran 30x30 (diameter 20 cm) disusun dalam lima lajur satu laju disusun 5 polybag rapat lebarnya ( 1 meter) dan memanjang disusun 50 polybag rapat. diantara lajur siberi akses jalan lebar sekitar 1 meter.

Polybag 30x 30 akan cukup untuk dua pohon satu polybag kalau dikehendaki dengan demikian produktifitas bukan naik 5 kali teapi akan 10 kali lipat.

Apa keuntungan dengan polybag? Pertama akar antar pohon selama masa pertumbuhan tidak bersaing sehingga pertumbuhan nya baik. Kedua pemakaian pupuk menjadi efisien karena pupuk susulan mingguan semua masuk ke polybag tidak tercecer. Ketiga kalau berjangkit penyakit tular tanah menjadi terbatas karena tanahnya tidak langsung bersentuhan.

 

Beberapa penyakit dan hama cabe yang merugikan sudah dapat ditanggulangi seperti penyakit Patek, Keriting daun, virus kuning gemini dapat diatasi ataupun dikurangi kerusakannya. Masih ada beberapa gangguan penyakit tanaman yang merugikan yang harus dituntaskan. Salah satu nya adalah busuk buah basah pada cabe.

Penanganan utama awalnya di fokuskan kepada serangan busuk buah kering, yang sering disebut PATEK yang diakibatkan oleh jamur Anthranoksa. Pemilihan varietas cabe yang tahan Patek dan penggunaan Bisma PK dan Brahma dapat mengatasi kerusakan besar akibat busuk buah Patek ini. Dilapangan masih terlihat adanya busuk buah basah yang awal nya diduga akibat serangan lalat buah. Kemudian dilakukan penanganan lalat buah dengn perangkap dan perekat lalat buah. Memang terjadi penurunan buah yang membusuk. Tetapi masih ada yang membusuk daat menunggu buah menjasi merah. Yang membusuk sebagian besar cabe keriting dan cabe besar.

Setelah mengatasi penyebab busuk buah yang menyerang cabe akhirnya dapat diduga penyakit busuk buah basah yang masih terus menyerang adalah akibat virus Erwinia. Yang diserang pada dasarnya tidak hanya buah tetapi juga batang dan daunnya. Selain buah membusuk akan ada kematian pohon kaena jaringan meristem pada batang cabe diserang,

Sengan terodentifikasi penyebab penyakit busuk buah basah ini dapat dikembangkan bakterisida dan yang juga berfungsi sebagai  fungisida yang obatnya kita namakan ARWIN NA. Ramuan ini merupakan ramuan semi organik karena mengandung bahan-bahan alam seperti Sulphur dan Calcium.

Arwina tidak 100% memberantas busuk buah basah karena ramuan ini bersifat kontak, padahal serangan bakteri Erwinia bersifat systemik karena menyerang jaringan dalam dari tanaman. Sangat dianjurkan pada awal tanam memanfaatkan pupuk Hayati antagonis untuk menekan bakteri-bakteri Patogen.

Penggunaan Arwi NA dengan dosis 1 tutup ( 4ml) per 2 liter air yang di aplikasikan tiap minggu selama 4 kali bisa meminimumkan adanya busuk buah basah. Kebugaran tanaman dan cuaca yang tidak lembab sangat mendukung menghasilkan panen yang optimum

Salam mengembangkan budidaya cabe yang produktif, efisien dan bebas serangan  telah diperkenalkan pada pola budidaya cabe berbasis HIPOH.

Capaian peningkatan produktifitas pastinya tidak mudah karena budidaya ini melompati tataan pedoman penanaman cabe yang ada saat ini.

Suatu terobosan pastinya memiliki konsekuensi yang harus dipatuhi sehingga hasil yang dicapai sesuai harapan.

Persyaratan utama agar berhasil dalam penerapan HIPOH adalah penguasaan meracik media tanam. Banyak kkegagalann akibat kurang penguasaan dalam penyiapan media tanam. Dimana tanaman tidak subur dan kerdil. Mereka merasa bahwa metoda HIPOH tidak mumpuni atau cara cerdas berbudi daya cabe.

Persyartan kedua adalah kemampuan merawat tanaman dengan memanfaatkan produk-produk Asrifarm yang di rancang mendukung tanaman memperoleh nutrisi yang cukup, terbebas dari penyakit dan hama.

Jangan ber anggapan bahwa biaya akan meningkat tepi malahan akan diperoleh penghematan biaya hingga 50% dari penghematan pemakaian pupuk dan tenaga kerja.

Mari kita bahas produk Asrifarm dan jelaskan metode penggunaan nya agar peningkatan produktifitas tercapai dan penghematan juga diperoleh.

 

Produk2 organik ari Asrifarm  anta lain:

  1. Bisma PK untuk mengatasi hama kutu2 an dan serangga kecil yang menyebabkan keriting daun dan bercak kuning gemini, Pencegahan & mengurangi dampak serangan busuk buah kering Patek ( Untuk mengobati patek perlu kombinasi denga Arwi NA). Selain itu jua merupakan Pupuk organic cair karena memiliki kandungan nutrisi tinggi ( 4400 µs/cm) ini 30% lebih tinggi dari POC lain yang kandungan nutrisi nya sekitar 3300 µs/cm.Bisma PK juga memiliki Kandungan unsur micro lengkap untuk pertumbuhan pada masa vegetatif dan generatif. Sebagai catatan bahwa pada plikasi formula Bisma PK pemupukan susulan yang biasanya dilakukan tiap minggu bisa dikurangi 60% penggunaan pupuk kimia nya. Untuk penanaman cabe model HIPOH dalam polybag, pupuksusulan bisa di tiadakan
  2. Brahma , merupakan booster pestisida. Penggunaan BISMA PK dan BRAHMA diperlukan saat tanaman kita diserang serangga besar seperti belalang, jangkrik, oteng2, ulat an lain2. Penggunaan cukup 4 kali dari periode 3 hari.
  3. GENJAH RM, untuk merangsang pembungaan agar tanaman lebih cepat berbunga, jumlah bunganya banyak dan mampu mencegah kerontokan bunga. GENJAH RM Diaplikasin Bersama Bisma PK .
  4. PANENKU, diberikan saat terjadi pentil buah agar pertumbuhan buah optimal , dapat menghasilkan buah ber bobot yang optimum.
  5. ARWI NA, Diberikan saat mengalami busuk buah kering (patek) dan basah yang diakibatkan bakteri ERWINA. Juga mengatasi ranting kering dan daun coklat yang kemudian layu. Ini disebabkan juga oleh bakteri Erwina.
  6. TEGRAP, diperlukn saat penyemaian agar tidak terjadi rebah semai atau damping off akibat jamur Phitium.

 

APLIKASI.

  1. Ramuani utama adalah campuran 100 ml(10 tutup botol) Bisma PK + 50 gram NPK (4 tutup botol) yang dicairkan + 10 liter air. Aplikasi Mulai dari masa semai hingga akhir panen. Pada penyemaian diberikan tiap dua minggu dengan takaran campuran sama. Setelah pindah tanam setelah 4 kali aplikasi tiap minggu di istirahatkan dua minggu dan seterusnya mengikuti pola 4 kali aplikasi 2 minggu istirahat.
  2. Biasanya setelah pindah tanam tanaman yang masih muda menjadi incaran jangkrikj dan belalang. Tambahkan Brahma 5 tutuk ke campuaran diatas sehingga formula nya menjadi Bisma PK + Brahma 50 ml (5 tutup) + 50 gram NPK (4 tutup botol) yang dicairkan + 10 liter air. Pemberian Brahma cukup 8 kali seminggu dua kali dimana,  4 kali perminggu dengan formula campuran dan semprotan anataranya hanya Brahma 5 tutup dan Bisma PK 5 tutup.
  3. Setelah tanaman mencapai usia 6 minggu (45 hst) perlu memeberikan tambahan Genjah RM untuk menyuburkan tanaman dan menyiapkan pembuangan sehingga formula campuran adalah sbb: Bisma PK + Genjah RM 50 ml (5 tutup) + 50 gram NPK (4 tutup botol) yang dicairkan + 10 liter air.
  4. Setelah ada bunga yang mulai menjadi buah sekitar 60 hst, penggunaan Genjah RM ditukar dengan Panenku dengan takaran sama sehingga formulanya akan sbb: Bisma PK + Panenku 50 ml (5 tutup) + 50 gram NPK (4 tutup botol) yang dicairkan + 10 liter air

Demikian pedoman pemakaian produk Asrifarm untuk dapat meningkatkan produktifitas fan mengurangi biaya pupuk dan pestisida kimia yang mahal.

 

 

Bagi mereka yang sudah menikmati manfaat penggunaan kombinasi BISMA PK dan GENJAH RM sangat bersyukur dapat menuai panen cabe nya walau beberapa kali dihempas serangan hama dan penyakit. Walaupun demikian masih ada pertanyaan mengapa harus menggunakan kombinasi beberapa produk dalam setiap aplikasi? Darimana keuntungan diperoleh dan berapa besar?

Pertama-tama perlu dibahas fungsi dari masing-masing ramuan berikut:

  • BISMA PK , merupakan pestisida dan fungisida nabati (terutama kutu-kutuan penyebab keriting daun dan busuk tunas) dan juga memiliki pemacu tumbuh tunas agar kerusakan yang diakibatkan oleh serangan hama dan penyakit segera cepat pulih kembali.
  • GENJAH RM, Pemacu pertumbuhan tanaman terutama pemacu percepatan pembungaan dan elelmen nutrisi mikro tanaman secara lengkap
  • BRAHMA SB, merupakan pestisida untuk serangga besar seperti Belalang, Jangkrik yang sering banyak mengganggu pada daerah pertanian.

 Manfaat nyata apa aplikasi BISMA PK dan  GENJAH RM ?

Ada dua manfaat kombinasi Bisma PK & Genjah RM ini adalah:

  • Pohon tumbuh dengan batang yang besar, tidak meninggi (menentukan hasil buah yang berat) dan cepat menumbuhkan tunas daun dan banyak tunas bunga. Mengganti ramuan Genjah RM dengan Panenku saat pembentukan buah akan menghasilkan bunga dan buah secara terus menerus.
  • Mengurangi secara significan pupuk susulan dan tidak memerlukan lagi  pupuk daun, pupuk mikro , hormon2 pertumbuhan ataupun pestisida kimia.