Budidaya cabe dengan metoda HIPOH diluncurkan di kuartal kedua tahun 2018. berarti tahun 2019 ini akan menginjak tahun ke dua pengembangan metoda ini. Penelitian memasuki tahapan aplikasi di beberapa lahan yang luas dan di beberapa lokasi di ketinggian yang berbeda. Maka timbul banyak pertanyaan berapa jauh tingkat keberhasilannya dan berapa besar manfaat atau keuntungan dengan mengaplikasikan metoda ini ?.

HIPOH merupakan singkatan dari HIgh Productivity and Healthy chilly Plantation. Tujuan dari pada pengembangan metoda ini adalah untuk meningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktifitas penanaman cabe menggunakan pola tanam yang sehat bagi yang mengkonsumsi hasil panen, juga sehat bagi petani yang menggarap ladang nya.

Mengapa produktifitas dan kesehatan petani penting pada budi daya cabe?

  1. Harga jual sangat berfluktuatif dan sering dibawah harga pokok budidayanya, juga sering harga tinggi saat pasokan kurang, biasanya pada musim hujan, tetapi petani gagal panen karena pada musim hujan penyakit cabe meluas.
  2. Banyak serangan penyakit dan hama yang menyebabkan gagal panen
  3. Panyak nya penyakit meningkatkan penggunaan pestisida kimia. Tanpa sadar akan menggrogoti kesehatan petani karena biasanya tidak melengkapi alat pelindung diri yang memadai
  4. Metoda tanam yang ada tidak berhasil meningkatkan produktifitas budi daya cabe dimana saat ini ber tengger di angka 6 ton per Hektar

Yang ditawarkan metoda HIPOH ini merupakan cara baru yang banyak hal tidak mengikuti kaidah budi daya konvensional dan banyak menimbulkan berbagai polemik.Sebagian besar menganggap penanaman pola HIPOH tidak akan berhasil.

Penanaman dalam Polybag sekarang sudah bisa diterima di masyarakat sejak dikumandangkan proyek HIPOH awal 2018. Penerimaan masyaraka t cukup menggembirakan. Bisa kita lihat di youtube saudara-saudara kita menikmati berbudi daya dalam polybag dengan berbagai variasi experiment yang menarik. Penanaman dalam polybag yang dilakukan pada umum nya dalam sekala rumahan dan belum dalam sekala budidaya yang luas.

Apakah metoda HIPOH sekedar menanam dalam polybag. Salah satunya betul. Tetapi untuk menghasilkan terobosan peningkatan produktifitas, upaya lebih dari sekedar menanam di Polybag. Polybag yang digunakan hanya berukuran 25x25 sampai 35X35. Ukuran polybag tersebut kira-kira berdiameter 20-28 cm. Bahkan dalam ukuran polybag tersebut di tanam 2-3 pohon cabe. Polybag tersebut diletakkan rapat dalam formasi blog dengan salah satu lebarnya maksimal 1,5 meter untuk memudahkan akses pemeliharaan dan pemetikan buah. Pajang nya bisa disesuaikan dengan panjang atau lebarnya lahan.

Dengan pola tanam rapat dalam polybag kecil tersebut memungkinkan menanam 20.000 (dua puluh ribu) pohon dalam luasan hanya 1000 meter persegi. Dengan metoda konvensional memerlukan luasan lebih dari satu hektar (10.000 meter persegi). Ini berarti ada peningkatan 10 kali lipat dalam satuan luas nya. Pertanyaan nya apakah dengan jumlah pohon yang jumlahnya lebih banyak berhasil meningkatkan jumlah panen cabe? Bagaimana dengan penanggulangan hama yang pastinya akan lebih merebak dengan populasi pohon makin rapat.

Yang makin kontroversial dalam metoda HIPOH ini adalah penggunaan pupuk nya yang super irit. Misalnya untuk sekala 20 ribu pohon biasanya mengkonsumsi 1 ton dalam satu kali masa panen. Metoda HIPOH hanya cukup dengan jumlah sekitar 50 Kg. Bagaimana logika nya?

Sebagai tindak lanjut untuk evaluasi penerapan pada skala luas, dilakukan penanaman cabe dengan metoda baru HIPOH di 3 Demplot (Demonstration Plot) berlokasi di Tangerang pada ketinggian 50 meter dari muka laut (dpl) , Bogor pada ketinggian 200 dpl dan Gadog pada ketinggian 650 dpl. Ada satu lagi demplot yang sedang disiapkan di Cibogo pada ketinggian 900 dpl.

Sengaja uji coba dilakukan pada musim hujan dimana penyakit dan hama pada kondisi ekstrim untuk mengetahui efektifitas pestisida nabati Bisma PK dan Brahma yang merupakan bagian dari elemen metoda HIPOH yang peran nya sangat penting untuk keberhasilannya. Ide awal agar diberikan atap plastik transparant menanam di musim hujan untuk menghindari serangan busuk buah Anthranoksa juga dihilangkan.

Untuk lokasi di Gadog dan tangerang digunakan media tanam 90% tanah bekas tanam dengan kesuburan yang kurang ( 200 µs/cm ) yang dipermukaan nya di tabur pupuk kompos yang didapat di pasaran. Ini dimaksudkan untuk menguju efektifitas formulasi pemberian Bisma PK + Genjah RM dan 30 gram NPK sebagai pupuk nya yang diberikan secara penyemprotan berkala.

Jenis cabe yang ditanam tidak hanya rawit tetapi juga cabe besar cabe keriting dengan berbagai varietas yang populer di masyarakat tani. Diharapkan diperoleh kepastian kehandalan metoda ini secara lebih umum. Termasuk varietas cabe yang kurang memiliki ketahanan terhadap penyakit atau hama tertentu.

Banyak perbaikan metoda dari konsep awal. Termasuk produk-produk pendukungnya. Misal nya saja Bisma PK sudah mengalami 3 kali perbaikan formula. Formula Maret 2018 berbeda dengan formula September 2018 dan Formula Februari 2019 merupakan perbaikan dari formula September 2018.

Berikut ini ulasan manfaat dan keuntungan penggunaan metoda HIPOH dibandingkan metoda tradional yang dibahas satu persatu sebagai beriktu:

 

Sudah beberapa waktu blog Asrifarm tidak di update, dikarenakan sampai saat ini sedang dilakukan pemantauan aplikasi produk2 Asrifaisma PK, Genjah RM, Panenku dan lain-lain pada lahan pertanian dalam sekala luas. Produk-produk Asrifarm ini di uji apa benar-benar ampuh seperti di janjikan sehingga layak digunakan secara memuaskan. Demikian juga metoda tanam HIPOH yang penuh kontroversial dapat dibuktikan merupakan terobosan budidaya cabe ataukah hanya merupakan hipotesa saja.

Uji aplikasi tahap pertama dilakukan di dua lokasi dengan ketinggian berbeda, di Tangerang Selatan DPL Jangan 50 meter dengan luas lahan 20 meter2 menanam 600 pohon perbagai jenis cabe. Satunya di Ciawi Bogor pada tetinggian 650 DPL menanam 16 ribu pohon cabe pada lahan seluas  1000 meter2.

Bisa diperoleh jumlah pohon yang padat, sesuai dengan metoda HIPOH, penanaman dilakukan di Polybag ber ukuran minimum 25x25 cm yang disusun berdempetan dengan lebar 1,5 meter dan panjang nya menyesuaikan bentuk lahan. Dalam satu polybag bisa di isi 2 atau 3 pohon cabe. Jenis cabe yang ditanam terdiri cabe besar 2000 pohon, cabe keriting 6000 pohon dan sisanya 10 ribu pohon cabe rawit.

Tujuan dari uji lapangn ini untuk melihat peningkatan produktifitas dan efisiensi metoda HIPOH dan eektifitas atau kemanjuran produk-produk Asrifarm dalam menangani penyakit dan hama cabe, terutama yang dapat membuat gagal panen seperti keriting, busuk buah phytoptora (patek), layu pohon, serangan lalat buah dan lain2.

a. Uji coba yang menantang.

Uji coba metoda HIPOH dilakukan di musim hujan yang biasanya dihindari untuk menanam cabe karena akan banyak mendapat serangan penyakit dan hama. Justru tantangan menanam di musim hujan diharapkan harga jual akan tinggi karena yang menanam cabe sedikit sehingga suplai ke pasar juga tidak banyak.

Pada uji coba kali ini tidak di gunakan penutup atap plastik karena selain akan menaikkan investasi yang cukup besar, juga dirasakan perlu untuk mengetahui kemampuan Bisma PK memeberikan perlindungan preventif apabila di aplikasikan secara kontinyu

Sebagian besar polybag yang digunakan berukuran 25x25 cm dimana banyak orang memandang ukuran  tersebut terlalu kecil dan berasumsi tanaman tidak akan subur. Satu polybag kecil tersebut kadang diisi dua atau tiga pohon cabe. Penempatan polybah tidak diberi jarak (berdempetan). lebar blok cabe maksimal 1,5 meter untuk memudahkan pemeliharaan dan pemetikan saat panen.

Tanah yang digunakan kesuburan nya minimum yaitu sekitar 300 µs/cm. Pupuk awal hanya ditambahkan kompos dua genggam yang dibeli di toko bunga. tidak dilakukan pengocoran pupuk susulan seperti biasanya, tetapi digantikan dengan penyemprotan 15 liter air yang dicampur 100 ml Bisma PK + 50 ml NPK.

Varietas yang ditanam tidak hanya cabe rawit tetapi juga cabe keriting dan cabe besar berbagai varietas yang populer.

 

b. Kemampuan Penanggulangan penyakit.

Walaupun uji coba tengah berlangsung, secara keseluruhan produk-produk  Asrifarm kinerjanya sangat memuaskan.

Demplot yang di Tangerang 3 kali mendapat serangan hama thrips dan busuk tunas penyebab keriting dan kering, aplikasi Bisma PK dan Genjah RM bisa menyembuhkan 90% tanaman. Walau panen pohon yang terkena mu mati dengan ranting yang kering.

Tidak ada gejala virus kuning gemini atau mozaik untukangerang. Untuk Demplot di Ciawi serangan hama keriting tidak parah tetapi ada beberapa pohon sempat menunjukan gejala kuning Gemini tetapi kembali normal.

Ada beberapa pohon layu yang diakibatkan oleh genangan air yang terlalu lama di polybag saat hujan panjang dan deras. Karena di isi lebih dari satu pohon, perlu penambahan lubang pada polybag untuk mencegah terjadi genanagn terlalu lama saat hujan deras.

Ada beberapa buah cabe terutama cabe besar membusuk saat terjadi hujan terus menerus selama beberapa hari. Busuk buah karena lalat buah sampai saat ini tidak terlihat baik di lokasi demplot Tangerang maupun di Ciawi Bogor. Mengindikasikan ramuan Bisma Pk dan Genjah RM merupakan repellant atau tidak mengundang lalat buah.

Di lokasi Ciawi Bogor, saat pindah tanam mendapat serangan belalang yang masif sehingga i aplikasikan Brahma yang memang di ramu untuk mengatasi serangan serangga besar seperti Belalang. Setelah dua kali aplikasi, pagi dan sore pada hari yang sama, hari-hari berikutnya serangan belalang minimal.

c. Produktifitas tanaman yang tinggi.

Yang sering diberi komen sebagai ungkapan keraguan adalah produktifitas tanaman pada metoda HIPOH. Ukuran polybag yang tidak memadai, penanaman yang rapat yang akan rentan serangan penyakit dan penggunaan pupuk yang minimal, banyak yang meragukan produktifitas metoda ini.

Memang tidak mengherankan kalau banyak keraguan mengenai pemberian pupuk nya yang dianggap akan sangat kurang karena biasanya untuk 16 ribu pohon selain pemberian pupuk dasar diberikan pupuk kandang 10 ton juga diberikan pupuk susulan sekitar 600 kg sampai akhir masa panen. Sedang pada metoda HIPOH selain pemberian 500 kg pupuk kompos hanya akan diberikan kurang dari 50 kg NPK. Pemberian nutrisinya mulai dari 1 hss sampai 40 hst adalah 100 ml Bisma PK + 50 ml Genjah RM + 30 gram NPK dilarutkan ke 10 liter air di semprot basah pohon dan pangkal batang setiap minggu.

Para petani yang membantu atau ikut menyaksikan sudah memastikan bahwa budi daya ini akan tidak berhasil. Sangat sulit meyakinkan mereka yang bekerja untuk mau percaya dan menunggu beberapa waktu untuk melihat hasilnya.

Pada masa vegetatif tanaman tumbuh dengan baik, berdaun lebar dan ber batang besar. Memang ramuan dirancang agar pohon tidak tinggi tetapi berbatang besar karena agar tidak mudah roboh di polybag yang kecil dan pohon yang tinggi tidak menjamin buahnya lebat.

kombinasi Bisma PK dan Genjah RM atau Panenku berhasil mempercepat pembungaan dan melebatkan bunga. Akibatnya buah pertama belum menghasilkan buah yang besar karena pohon nya masih kecil dibandingkan seharusnya. Percepatan pembungaan tidak hanya pada tanaman tertentu tetapi semua jenis. Baik Rawit maupun cabe keriting atau cabe besar.

Untuk memperbesar dan memperberat ukuran cabe, setelah buah terbentuk, penyemprotan Bisma PK dan Genjah RM, Genjah RM diganti Panenku dan penyemprotan dilakukan 2 kali setiap minggu nya.

d. Efisiensi Biaya yang besar

Yang paling menarik adalah dengan metoda HIPOH akan memperoleh biaya yang cukup besar. Selain adanya penghematan dari konsumsi pupuk juga penggunaan tenaga kerja sangat efisien. Perawatan 16 ribu pohon cabe cukup ditangani dua orang saja, karena luasan kebun cukup seluas 800 meter persegi. Kegiatan yang perlu melibatkan banyak tenaga kerja  hanya saat pengisian media tanam ke  polybag, proses penyiapan benih saat mulai penyemaian dan saat panen.

Dalam budidaya cabe biaya yang paling besar adalah untuk pembelian pupuk dan pestisida dan biaya tenaga kerja yang bekerja di lahan.

Penanaman 16 ribu meter dengan metoda pada umum nya memerlukan luas tanah 1 Ha ( 10 ribu meter persegi). Dengan penanaman di luasan yang sempit, pekerjaan lebih cepat dan tentu saja pupunya akan lebih sedikit. Penggunaan polybag selain bebas dari penyakit tular tanah, pupuk yang diberikn tidak ke ceceran ke mana2.

 

KESIMPULAN

Produk-produk Asrifarm seperti Bisma PK , Genjah RM, Panenku, BISMA dan lain-lain akan sangat bermanfaat untuk digunakan untuk berbudi daya di lahan besar. Selain meningkatkan produktifitas akan memangkas biaya secara ber arti. Kita cukup menyemprotkan Bisma PK + Genjah RM + 30 gram NPK diencerkan dengan 10 liter air kemudian disemprotkan pada keseluruhan pohon, terutama pada tanah sekitar batang.  Satu tangki air akan cukup menyiram 500-800 pohon. Untuk 18 ribu pohon diperlukan hanya 700 gram NPK yang biasanya memerlukan pengocoran setiap minggu sebesar 75 kg NPK.

Biaya pupuk dan pestisida dalam budidaya cabe merupakan biaya paling besar. Biaya terbesar kedua adalah biaya untuk tenaga kerja nya. Metoda Hipoh bisa memangkas jumlah penggarapnya setengah dibandingkan dengan metoda tradisional. Hal ini bisa dimungkinkan karena untuk jumlah tanaman yang sama metoda Hipoh hanya memerlukan luas lahan sepersepuluh sepersepuluh metoda biasa.

Kesimpulan pertama, penghematan yang dicapai sangat besar dengan metoda Hipoh dari pengurangan biaya overhead penggarap dan biaya pemupukan dan penanggulangan hama dan penyakit.

Kesimpulan kedua, peningkatan produktifits karena adanya pemilihan varietas tanaman yang memiliki produktifitas tinggi dan tahan penyakit.

Pemanfaatan Pestisida dan fungisida Nabati Bisma PK dan Brahma, dapat mencegah gagal panen dan penurunan produktifitas akibat hama dan penyakit.

Kesimpulan tiga, Manfaat yang besar yang di nikmati petani adalah tidak ada ancaman kesehatan petani apabila menggunakan pestisida kimia.

Secara keseluruhan metoda Hipoh sudah dapat terbukti meningkatkan pendapatan petani secara berbesar dan nyata dan telah dibuktikan secara berhasil dari hasil demplot multi lokasi.

Satu hal yang perlu di garis bawahi adalah pentingnya menerapkan Penggunaan Bisma PK + Genjah RM atau PanenKu + 30 gram NPK mutlak. Dalam realita banyak pertanyaan mengapa perlu menambahkan Genjah RM atau Panenku? Tanpa pemberian ramuan Panenku atau Genjah RM selain pembungaan lambat juga bunga nya sedikit. Silahkan melakukan perbandingan sendiri di kebun masing-masing

 

 

Merupakan suatu terobosan penggunaan Bisma PK dan Genjah RM dalam mengatasi penyakit dan hama tanaman busuk pucuk, tunas dan ranting. Penyakit ini biasanya mewabah saat tanaman mulai melewati masa vegetatif. Kerusakannya sangat besar , sering meluas merusak 100% tanaman cabe. Penyakit ini juga menyerang tanaman semusim lain seperti tomat, timun dan lain-lain.

Kita Sering melihat siperjalanan.  melewati kebun cabe yang merana, daun nya meranggas, yang tinggal berwarna kecoklatan dan mulai dari pucuk mengering merambat kebawah.  Pastinya petani penggarapnya sudah tidak mampu mengatasinya dan menterlantarkan tanaman nya, menyerah kepada serangan penyakit tersebut. Pemandangan nya mirip seperti tanaman cabe yang telah dua kali panen yang mulai mati secara perlahan.

Awalnya bisa terjadi pucuk daun tepinya menutup kebawah. Kalau baca di buku-buku ini gejala diserang aphids . Juga terlihat pucuk muda berubah warna menguning yang akhir nya pucuk rontog dan ujung ranting mengering. kalau penyebab nya aphid biasanya dapat dibsmi dengan akarisida untuk membunuh kutu2 an tersebut, tetapi pada umum nya hal ini tidak mengatasi masalah karena penyakit yang diderita tanaman adalah serangan virus. Melihat penjalaran pembusukan ranting serangan penyakit dimulai dari jaringan meristem, bagian dalam batang.

Alhasil penyakit tanaman cabe yang mengkuatirkan ini sekarang bisa diatasi dengan sempurna mengunakan BISMA PK yang di campur dengan GENJAH RM. Tingkat keberhasilan hampir 95% dan cabang dan tunas yang baru akan memiliki daya tahan terhadap serangan virus2. Bila tanaman yang diserang busuk tunas sedang mulai memasuki masa generatif aplikasi Bisma PK dan Genjah RM akan merangsang segera muncul tunas bunga yang segera menjadi buah. Temuan ini merupakan lembaran baru bagi petani cabe.

 

Dalam pertemuan minggu lalu dengan para formulator pestisida Bisma PK, Asrifarm mendapatkan kepercayaan untuk mendapatkan informasi pertama mengenai keunggulan dan waktu peluncuran BISMA PK dan PANENKU formula baru. Disampaikan bahwa fitur produk baru selain memperbaiki kinerja mengatasi hama dan penyakit tanaman cabe akan memiliki beberapa kelebihan baru. Peluncuran ke dua produk ini ini akan dilakukan segera yaitu di pertengahan September 2018.

BISMA PK Formula baru ini  Boleh dikatakan merupakan Versi 2.0 dengan berbagai perbaikan dalam meningkatkan efektifitas kerja petisida ini dalam mengatasi hama keriting dan penyakit Patek pada tanaman cabe dan ada fitur baru yaitu mampu mengusir Lalat buah. Pembaharuan tidak hanya dari komposisi bahan tetapi juga metoda prosesnya. Dari sisi kemasan tidak berubah.

Apa saja yang bisa dinikmati penggunanya:

1. Dapat menangani lebih banyak macam serangga atau hama keriting pohon cabe

2. Banyak permintaan agar memiliki kemampuan untuk mengatasi lalat buah, aplikasi Bisma PK baru merupakan Repelant yang mampu menjauhkan keberadaan lalat buah.

3. Kemampuan untuk memulihkan pohon yang terserang hama lebih baik, bahkan apabila digunakan secara periodik akan bisa menggantikan pupuk daun karena kandungan mikro nya lengkap.

4. PH nya sekitar 6,5 dan baunya lebih nyaman, sehingga tidak berdampak negatif terhadap tanaman serta menyenangkan dalam melakukan penyemprotan.

5. Masa kadaluwarsa bisa lebih panjang

Berita yang membuat gembira bagi penggunanya adalah bahwa walaupun fiturnya diperbanyak dan menjadi lebih ampuh harga jualnya tetap dipertahankan sama. Pembaharuannya tidak sekedar kosmetik tetapi mendasar.

Bagaimana dengan fitur baru PANENKU ? Cukup menggembirakan adalah produk ini dapat meningkatkan bobot buah selain sebagaimana ditawarkan sebelumnya untuk memperlebat bunga dan mengatasi kerontokan. Hal menarik dalam formula nya bahwa juga mampu mengusir lalat buah walaupun baunya berbeda dari Bisma PK. Fitur ini penting karena formula perangsang buah, terutama yang diracik sendiri sendiri malah mengundang lalat buah untuk datang.

 

Kita sering menganggap remeh serangan lalat buah pada pohon buah-buahan seperti jambu air, pisang, belimbing, jeruk mangga dan banyak lain nya. Sangat menjengkelkan jika saat kita petik banyak bagian buah yang berlubang coklat, membusuk dan sering diketemukan ulatnya. Kalau tanaman kita merupakan kebun komersil akan pasti berkurang hasil panen yang bisa kita jual.

Demikian pula dalam berbudi daya cabe. akan terjadi kerusakan buah, membusuk basah akibat serangan lalat buah. Kita tidak boleh main-main dengan serangan lalat buah karena ternyata bisa merusak panen sekitar 30%. Ini merupakan angka yang besar.

Kerusakan buah terjadi karena lalat buah (Bactrocera Dorsalis Hendel) betina meletakkan telur didalam buah sengan menusukkan ovipositornya pada pangkal buah yang masih hijau. Telur akan menetas menjadi larva didalam buah cabai sehingga membuduk dan gugur.

Tentu saja sudah beberapa solusi yang ditawarkan untuk menangani serangan lalat buah tersebut. Mulai dari cara tradisional menggunakan pembungkus plastik hingga perangkap atau jebakan lalat yang dipikat menggunakan atraktan Petrogenol ataupun jebakan menggunakan lem yang membuat lalat tidak bisa terbang lagi saat hinggap plastik yang diberi perekat.

Juga para pembuat pestisida kimia menawarkan produk mereka yang dapat membunuh lalat yang tersemprot. Pertanyaan nya ekarang adalah cara mana yang sebaiknya kita gunakan agar terhindar dari serangan lalat?

Berikut ini beberapa upaya yang harus dilakukan secara ter integrasi, artinya kita tidak mengandalkan satu metoda untuk mengatasi serangan hama lalat buah tetapi menerapkan berbagai metoda secara bersamaan. Juga perlu dipatuhi beberapa saran yang disarankan untuk dilakukan dan juga yang jangan dilakukan agar panen bisa selamat.

1. Hindari penggunaan pestisida kimia karena kita pastinya akan mengaplikasikan pada buah yang akan segera dikonsumsi oleh pembeli. Ini bukan langkah yang sehat justru harus dihindari. lagi pula pada aplikasi pestisida kimia harus dapat mengenai target hamanya agar bisa efektif.

2. Konsentrasikan upaya penanggulangan lalat buah mulai masa generatif karena peletakan telur saat buah masih muda. Upaya pengurangan dini akan mengurangi populasi lalat buah saat buah mulai terbentuk.

3. Gunakan perangkap Petrogenol untuk menangkap lalat jantan sehingga tidak banyak lalat jantan yang membuahi lalat betina. Lalat betina kalau tidak dibuahi tidak akan ber telur. Ada perdebatan peletakan perangkap lalat agar jangan di dalam kebun, karena penggunaan Petrogenol akan mengundang banyak lalat buah ke kebun. Oleh sebab itu bisa kita letakkan perangkap Petrogenol diluar kebun. Yang perlu dipertimbangkan adalah jumlahnya jangan terlalu sedikit. Kita pasang 4-6 perangkap per 1000 meter persegi.

4. Pasang juga perangkap lekat warna kuning dan biru masing-masing 6 buah per 1000 meter. Perangakp lekat ini juga bermanfaat untuk menangkap hama Aphid dan trip (kutu-kutuan) yang menghisap daun cabe yang akan membuat daun cabe keriting.

5. Jika ingin mengaplikasikan pelebat bunga dan memberatkan buah, aplikasikan PANENKU karena akan mengusir lalat saat di aplikasikan. Penggunaan PANENKU sangat bermanfat karena lalat buah yang biasanya menyerang buah saat muda tidak akan mendekat.

6. Pada perangkap lalat buah menggunakan botol yang diberi pemikat Petrogenol, isi botol dengan sedikit cuka apel sehingga lalat buah yang masuk ke botol akan mencebur ke cuka apel dan mati tenggelam.

7. Diperlukan juga metoda lain untuk menjebak lalat buah diluar kebun kita. Cara nya adalah sebagai berikut:

  • Panaskan susu ke dalam panci. ditambahkan gula dan lada secukupnya.
  • Aduk selama 15 menit lalu letakkan pada mangkuk dan letakkan di beberapa sudut diluar kebun.
  • Banyak lalat yang akan tertarik untuk hinggap dan mati kejebur dalam larutan

 

Tanam rapat budidaya cabe dengan metoda HiPOHmenimbulkan polemik yang cukup hangat dikalangan petani cabai. Banyak yang mendukung dan banyak pula yang resistensi dan tidak percaya metoda ini akan berhasil. Untuk itu perlu diberikan pemahaman secara lebih dalam di Asriarm. Terima kasih admin Asriarm.com untuk menyediakan ruang seluas-luasnya di website ini. Paparan di website ini akan di pecah-pecah dalam topik kecil untuk dapat merangkum detail pelaksanaan teknis dilapangan untuk mereka yang ingin menerapkannya.

Apa sih HiPOH itu, sampai menjadi polemik besar?

HiPOH dirancang dan diperkenalkan oleh Bapak Budi Sadiman, salah satu anggota Dewan Riset Nasional (DRN) komtek Material Maju untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan suatu langkah terobosan yang diluar pola tanam tradisional seperti yang banyak dilakukan saat ini. Salah satu sisi Petani Cabe kurang sejahtera alaupun beberpa kali harga cabe melonjak tinggi , dilain pihak terutama pemerintah melalui Bank Indonesia sebagai otoritas yang mengendalikan inlasi menganggap cabe merupakan salah satu penyebab naiknya inlasi yang sukar dikendalikan.

HiPOH sendiri merupakan singkatan dari High Productivity and Healthy chilly Farming Method. Dalam metoda ini di utamakan penggunaan tehnik untuk mengatasi paling tidak tiga hama dan penyakit yang sangat merugikan petani tetapi juga tetap sehat bagi petani maupun yang akan mengkonsumsi hasil cabenya. Tiga penyakit dan hama yang menghantui petani adalah Layu pohon, keriting daun dan busuk buah patek.