Selama pandemi Covid 19 yang mulai berlangsung dari bulan Maret 2020 memberikan dampak negatif bagi para petani karena pertumbuhan ekonomi nasional menurun. Dengan posisi dua kuartal mengalami pertumbuhan ekonomi negatif, Indonesia sempat masuk dalam status resesi ekonomi sejak kuartal IV 2020.

Alhamdulilah kuartal II tahun 2021 dengan pertumbuhan ekonomi 7,07%, Indonesia keluar dari status resesi. Tetapi karena masih mengalami hantaman gelombang ke 2 Covid Delta, sampai pertengahan Agustus 2021 masih dilakukan pembatasan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sehingga mobilitas masyarakat dibatasi,

Dengan diharuskan tetap melakukan pekerjaan dirumah, bagi Asrifarm merupakan peluang untuk meningkatkan Metoda Tanam HIPOH yang sudah digulirkan sejak 2019 lalu, Terjadi nya musim hujan yang ekstrim merupakan kondisi untuk menguji ke efektifan metoda HIPOH ini.

Banyak hal baru yang diperkenalkan bagi para teman-teman Petani atau pekebun yang akan dapat meningkatkan hasil panen mereka seperti cara pemupukan yang benar. Hal ini menjadi penting karena selama ini kita mengikuti ajaran pola pemupukan yang salah.

Hal tersebut bukanmengecilkan para pakar sebelum nya tetapi dengan adanya alat baru yang memungkinkan kita bisa mendeteksi kandungan hara makro dari tanah atau media tanam kita. (lihat photo)

Teman-teman bisa  menonton banyak video di youtube yang kami buat di channel ASRIFARM INFO.

Salah satu video yang banyak di tonton adalah   https://youtu.be/eFebLKG3RB Disini di jelaskan kesalahan metoda pemupukan selama ini  Banyak kita dapat melakukan penghematan dari biaya pupuk yang harus kita keluarkan.

Salah satu penghematan dari pupuk adalah memanfaatkan sir penyiraman kita karena ternyata air sumur/tanah, air kali dan bahkan air kran mengandung hara makro yang tinggi, seperti yang bisa kita saksikan di https://youtu.be/oA-Dm8T-A3k

Kandungan Hara Makro air tersebut sekitar N:30 ppm, P:40 ppm dan K:110 ppm.

Justru air hujan kandungan hara nya rendah yaitu sekitar N:1 ppm, P:1 ppm dan K:3 ppm.