Selama ini telah membahas banyak mengenai metoda HIPOH dalam upaya meningkatkan produktifitas budidaya cabe, naka dirasa sudah saat nya berbagi pengetahuan untuk mendapatkan "best practise" agar diperoleh hasil yang benar-benar memuaskan.

Yang akan kita bahas sekarang adalah bagaimana kita mendapatkan kondisi tanah yang ideal untuk perbagai tanaman agar peertumbuhan tanaman bai dan dapat menghasilkan buah secara produktif. Untuk itu kita harus mampu mengetahui kondisi tanah kebun kita. Apakah kondisi tanah cukup subur atau perlu peningkatan kesuburan dengan menambahkan hara tertentu? Selain itu diperlukan juga mengetahui berapa Ph tanah kebun kita, yang pada umum nya agak dikesampingkan karena selain merasa tidak perlu karena sudah menanam beberapa kali berhasil panen juga peralatan nya cukup mahal

Sering kali juga kita tidak tahu secara tepat apa yang menyebabkan tanaman kita kerdil2 ataupun gangguan penyakit dengan gejala lain seperti warna daun kuning, ukuran daun nya kecil dan tumbuhnya tidak lebat karena rontok rontok .

Keluhan lain yang banyak disampaikan adalah rendahnya produktifitas tanaman karena beberapa kali panen kemudian berhenti berbuah atau langsung merana. Kita harus memahami kondisi tanah kita sejak dari persiapan lahan

Kegiatan memastikan kondisi tanah ini makin penting untuk bertanam di Polybag karena akan berpengaruh di produktifitas nya. Keuntungan dengan penggunaan polybag adalah media tanam nya bisa kita lakukan pengkondisian sejak pengisian media tanam nya.

Memang benar kalau ada yang mengungkapkan bahwa penyiapan dan pengkondisian lahan yang baik akan menjamin keberhasilan berbudi daya tanaman apapun. 70% masalah tanaman akan dapat diatasi dengan pengkondisian lahan. Diharapkan tanaman bisa subur berbuah banyak dan bebas dari pemyakit dan perbagai hama.

Untuk dapat melakukan olah lahan, apakah tanah saya subur atau tidak? apakah pH nya normal atau tidak? kita harus dapat mengukur kondisi tanah kita. Seingga kita bisa melakukan pengkondisian tanah secara baik dan tidak berlebihan. Misalnya pH tananh sudah normal maka tidak perlu menambahkan kapur atau bahan kimia lain untuk membuat nya netral. Juga dengan masalah kesuburan tanan, kalau cuma krang suburnya sedikit kita tidak perlu menambahkan pupuk banyak2.

Pertanyaan berikut nya adalah bagaimana mengukur pH tanah dan mengukur tingkat kesuburan tanah secara tepat yang mudah dan terjangkau. Bagi petani yang kebun nya besar mungkin tidak masalah mengirim sample atau contoh tanah nya ke laboratorium yang terdekat yang bagi pekebun atau petani kecil terlalu mahal biaya nya.

Berikut ini saya sampaikan bagaimana melakukan test dan perbagai peralatan pendukung dengan kelebihan dan kekurangn nya.

 

Mengukur pH Tanah kebun

Yang dimaksud dengan pH tananh adalah tingkat keasaman atau kebasaan (atau alkaline) dari tanah. Bisa Asam kalau angka pH dibawah 6,5 . Disebut  normal kalau berada pada angka sekitar 6,5-7,5 dan basa kalau berada diatas angka 7,5 . Sebagian besar tnaman akan tumbuh subur pada  tingkat ke asaman normal dan akan mengalami masalah pertumbuhan  kalau berada pada tingkat keasaman yang rendah maupun tinggi.

ApabilapHh tanah terlalu rendah atau terlalu tinggi akan menyebabkan proses pengambilan makanan dari dalam tananh terganggu dan pada kondisi ekstrim tanaman akan keracunan apabila kandungan logam tertentu terlalu tinggi seperti kandungan besi (fe) sehingga akhirnya tanaman akan merana dan mati.

Ada beberapa alat mengukur tingkat keasaman tanah dari yang murah hingga yang harganya mahal, dengan berbagai akurasi dan yang memiliki ketelitian berbeda. Dalam artikel ini adalah merekomendasikan alat pengukur pH yang bisa diahdalkan tetapi tidak mahal

 

Beberapa alat pengetesan PH tanah

a. Menggunakan kunyit.

Ini cara yang paling sederhana dengan bahan yang bisa didapatkan disekitar kita. Cara melakukan nya adalah dengan menyiapkan irisan kunyit sebagai kontrol yang nantinya dipakai sebagai pembanding warna kunyit yang dicelupkan kelarutan tanah yang diukur.

Kunyit kontrol dicelupkan ke 2 gelas yang berfungsi sebabagi kontrol, gelas pertama berisi air dicampur cuka atau jeruk nipis mengindikasikan cairan asam, gelas kedua berisi air yang dicampur obat maag sebagai kontrol larutan basa. Kemudian dan tanan yang akan diukur dimasukkan kedalam gelas berisi air  dengan perbandingan 1:1.

Irisan kunyit dicelupkan selam 30 menit kedalam larutan kontrol demikian juga dengan larutan tanah yang akan diukur. kemudian kita lihat perubahan warna irisan kuniy nya. Kalau menjadi lebih pucat berarti pH nya rendah atau asam. Sedang kalau warna irisan kunyit berubah kuning gelap berarti pH nya tinggi.

Warna kunyit yang dicelupkan kedalam cairan cuka dan kedalam obat maag dipakai sebagai acuan. Kalau warna irisan kunyit yang dicelupkan pada sample tanah mendekati warna irisan kunyit yang dicampur cuka ber arti tanah nya asam . Kalau warna kunyit mendekati warna  air yang dicampur obat maag ber arti pH tanah nya tinggi atau tanah nya basa.

b. Menggunakan Kertas Lakmus

Pengukuran menggunakan kertas lakmus merupakan pengukuran pH yang digunakan sejak dahulu. Kertas lakmus ini dijual dengan berbagai kualitas. Makin tinggi harga nya proses perubahan warna kertas makin cepat dan makin memudahkan dalam waktu membandingkan dengan warna reference. Kertas Lakmus di celupkan kedalam cairan, kemudian setelah beberapa waktu bagian kertas yang tercelup berubah warnanya. Perubahan Warna kertas tersebut di cocokkan pada warna acuan. Maing2 warna acuan menunjukkan tingkat pH yang berbeda.  Kecocokan warna tersebut meng identifikasikan berapa tingkat pH cairan tersebut.

c. Menggunakan pengukur pH tanah (prong)

Alat ini nerbentuk bulat atau persegi, kira2 sebesar korek api. ada kakinya dari logam yang panjang nya sekitar 20-25 cm. Kakinya bisa satu dua atau tiga tergantung merek dan banyaknya kondisi yang harus diukur.

Pada kotak persegi empat atau bulatan terdapat penunjuk jarum analok atau digital. Yang diukur bisa pH saja atau kondisi lain seperti kelembapan tanah, temperatur tanah, kuat cahaya sekitar nya sampai ada yang mengukur tingkat kesuburan tanah.

Cara menggunkan nya adalah dengan menancapkan lebih dari separuh kaki dibiarkan sampai beberapa waktu alat peninjuk menjadi stabil. Alat ukur model ini digemari pekebun karena praktis dan harganya relatif tidak mahal. Kekurangn nya adalah kita harus bisa memastikan alat ukur yang dipakai bekerja dengan baik.

d. Menggunakan pH meter untuk media cair.

Alat ini banyak digunakan oleh petani hidrophonik dan petambak ikan. Alat ini sangat praktis, tinggal dicelupkan kedalam cairan dan dibaca alat ukur nya dalam bentuk digital. Harga juga tidak mahal. Untuk mengukur tanah dalam bentuk padat harus melalui tahapan di campur aquades setelah tanah mengendap pH cairan nya yang diukur.  Pengukur pH cairan lebih akurat tetapi perlu bisa melakukan kalibrasi alat untuk mendapatkan bacaan yang selalu tepat

e. Test Laboratorium tanah.

Kalau ingin memperoleh informasi yang akurat untuk mengukur pH tanah adalah mengirimkan sampel tanah ke lab yang direkomendasikan. Biasanya untuk memperoleh pH tanah perkebunan perlu sampel tanah beberapa titik lokasi di kebun sehingga bisa diketahui sebaran pH di kebun tersebut yang kemungkinan besar ber beda-beda.