Melihat kondisi cuaca yang sulit diprediksi san iklim nya sering ekstrim , kalau hujan deras sekali dan kalau panas temperatur nya terik sekali. Hal ini sangat merugikan petani. Produktifitas budidaya tanaman akan merosot dan dipastikan panen akan tidak berhasil.

Pola budidaya cabe HIPOH menjadikan ini sebagai tantangan dalam merealisasikan peningkatan produktifitas 500% seperti dicanangkan dari awal.

dalam kaitan ini akhirnya Asrifarm berhasil meluncurkan benih cabe rawit unggulan ke masyarakat yaitu Cabe Rawit DIANA yang memiliki produktifitas tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit.

Rencana nya cabe rawit varietas Diana ini akan digunakan dulu secara interal mengingatmasih terbatas nya  jumlah produksi benih nya.  Mengingat urgensi nya, varietas ini dianggap perlu agar petani tidak dirugikan dengan rendah nya harga cabe kuartal 2 tahun 2021 ini.

Produktifitas cabe rawit dengan potensi produksi diatas 0,9 kg per pohon sangat baik karena pada umum nya produktifitas cabe rawit berkisar antara 0,4-0,6 kg per pohon nya.

Rekan2 yang berminat mencoba nya dapat membeli nya di Tokopedia dalam kemasan kecil dan diharapkan dapat dijadikan indukan untuk panen berikut-berikut nya. Bisa di klik link ini

Cabe rawit ini memiliki 3 unggulan yang sulit diperoleh benih cabe rawit lain karena

  • Produktifitas tinggi > 0,9 kg per pohon karena dapat berbuah secara terus menerus sepanjang tahun.
  • Ketahanan penyakit tinggi, tidak tetular virus Gemini dan saat wabah Patek melanda, hanya sedikit sekali buah nya yg tetular. Bahkan lalat buah tidak menyukai bertelur di cabe Diana ini.
  • Dengan mengikuti prosedur tanam HIPOH dapat di budi dayakan di musim hujan
  • Rasa nya pun enak dan pedas

Pengembangan varietas Diana ini dilakuakn sejak tahun 2016 hingga diluncurkan tahun ini setelah sasaran karakteristik yang di inginkan tercapai kestabilan nya, yaitu ketahanan penyakit dan produktifitas yang tinggi untuk dapat ditanam dengan metoda tanam rapat di polybag.

Nanti nya keberhasilan budi daya varietas DIANA ditentukan juga oleh cara dan prosedur budi daya nya, yang telah banyak di ulas di channel youtube Asrifarm Info terutama mengenai penyiapan Polybag (model bertingkat) dan pemupukan formula asrifarm;

Dengan menanam menggunakan polybag dengan struktur bertingkat, memungkinkan cabe mampo melakukan pembungaan lebih dari dua kali masa pembuangan, Varieta Cabe Rawit Diana ini sudah mencapai 5 kali masa pembuangan dan kondisi pohon nya madih baik dehingga diharapkan masih bisa melampaiu beberapa kali masa pembungaan lagi.

Rasa dari cabe rawit Diana ini cukup diminati ibu-ibu untuk dijadikan teman lauk karena selain pedas juga rasany manis, Minimal apabila ditanam dipekarangan tidak perlu belanja cabe ke pasar karena jenis cabw Diana tidak pernah berhenti berbuah selama pemupukan nya baik.

Penjelasan dingkat mengenai Benih Cabe rawit DIANA bisa dilihat di youtube berjudul Benih Cabe Rawit Unggul Diana, mampu menghasilkan buah lebih dari 0,9 kg per pohon dengan metoda HIPOH.

Selama pandemi covid 19, pengembangan metoda HIPOH terus berlanjut. Banyak perbaikan untuk memperoleh peningkatan produktifitas budi daya cabe.

Kita akan kupas satu persatu yang dimulai dari pemilihan ukuran polybag. Kita mengupayakan mendapatkan ukuran polybag yang sekecil mungkin agar jumlah pohon yang ditanam dalam satuan luas akan bisa lebih banyak dan biaya pembelian polybag tidak membebani biaya tanam. Juga pertimbangan bahwa dengan ukuran polybag makin besar proses pengisian media tanam akan makin lama.Disini  Kita mencari ukuran yang optimal dimana produktifitas tanaman dapat tinggi sesuai yang kita kejar dalam metoda HIPOH ini.

Ukuran polybag yang digunakan tergantung pemilihan pola tanam, yaitu menanam dengan model bertingkat dimana awalnya kita tanam di polybag yang kecil kemudian kita letakkan diatas polybag yang lebih besar.  Mengapa perlu bertingkat? Karena kita mengupayakan agar pohon cabe mampu minimal 2 kali masa pembungaan,

Untuk dapat memperoleh gambaran mengenai penggunaan polybag bisa menonton dari banyak tutorial  youtube di channel ASRIFARM INFO, terutama video dengan judul Formula pupuk ampuh-merangsang tunas-melebatkan buah-meningkatkan bobot buah.

 

Ukuran polybag utama yang kita pilih saat pindah tanam berukuran minimal berdiameter 15 cm dengan tinggi 15 cm saat kondisi terisi media tanam. Atau saat terlipat lembaranan 12,5 x 24 cm.

Ukuran polybag bawah yang lebih besar berukuran minimal bersiameter 20 cm dengan tinggi saat berisi media tanam 22 cm. Pada posisi terlipat berukuran 17 x 33 cm.

Sebelum polybag kecil yang sudah ditanami dan kira-kira akar akan memanjang kebawah, dasar polybag di sobek atau diberikan tambahan lubang2 ahar akar nya dapat keluar dari robekan atau tambahan lubang didasar polybag tersebut. Diharapkan pembungan dan pembuhan pertama mengandalkan nutrisi dimedia tanam polybag kecil. Dan [embungaan selanjutnya dapat memperoleh hara dari polybag besar di bawah nya.

Juga dimungkinkan kita tidak menaruh tanaman di polybag kecil ke polybag besar dilahan terbuka. Caranya adalah dengan membuat guludan tanah seperti yang dilakukan pada pola tradisional dan polybag kecil diletakan diatasnya, kemudian guludan diberi tambahan tanah agar dasar polybag tertimbun agar akarnya bids tumbuj dengan baik.

Selanjut nya yang penting dilakukan adalah metoda penyiapan media tanam dan juga pemupukan dasar nya. Penyiapan media tanam ini akan dijelaskan pada topik berikut nya.

Selama pandemi Covid 19 yang mulai berlangsung dari bulan Maret 2020 memberikan dampak negatif bagi para petani karena pertumbuhan ekonomi nasional menurun. Dengan posisi dua kuartal mengalami pertumbuhan ekonomi negatif, Indonesia sempat masuk dalam status resesi ekonomi sejak kuartal IV 2020.

Alhamdulilah kuartal II tahun 2021 dengan pertumbuhan ekonomi 7,07%, Indonesia keluar dari status resesi. Tetapi karena masih mengalami hantaman gelombang ke 2 Covid Delta, sampai pertengahan Agustus 2021 masih dilakukan pembatasan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sehingga mobilitas masyarakat dibatasi,

Dengan diharuskan tetap melakukan pekerjaan dirumah, bagi Asrifarm merupakan peluang untuk meningkatkan Metoda Tanam HIPOH yang sudah digulirkan sejak 2019 lalu, Terjadi nya musim hujan yang ekstrim merupakan kondisi untuk menguji ke efektifan metoda HIPOH ini.

Banyak hal baru yang diperkenalkan bagi para teman-teman Petani atau pekebun yang akan dapat meningkatkan hasil panen mereka seperti cara pemupukan yang benar. Hal ini menjadi penting karena selama ini kita mengikuti ajaran pola pemupukan yang salah.

Hal tersebut bukanmengecilkan para pakar sebelum nya tetapi dengan adanya alat baru yang memungkinkan kita bisa mendeteksi kandungan hara makro dari tanah atau media tanam kita. (lihat photo)

Teman-teman bisa  menonton banyak video di youtube yang kami buat di channel ASRIFARM INFO.

Salah satu video yang banyak di tonton adalah   https://youtu.be/eFebLKG3RB Disini di jelaskan kesalahan metoda pemupukan selama ini  Banyak kita dapat melakukan penghematan dari biaya pupuk yang harus kita keluarkan.

Salah satu penghematan dari pupuk adalah memanfaatkan sir penyiraman kita karena ternyata air sumur/tanah, air kali dan bahkan air kran mengandung hara makro yang tinggi, seperti yang bisa kita saksikan di https://youtu.be/oA-Dm8T-A3k

Kandungan Hara Makro air tersebut sekitar N:30 ppm, P:40 ppm dan K:110 ppm.

Justru air hujan kandungan hara nya rendah yaitu sekitar N:1 ppm, P:1 ppm dan K:3 ppm.

 

Sekian lama tidak ada penulisan artikel mengenai perkembangan budi daya cabe ala HIPOH. Banyak pertanyaan mengenai hasil yang dicapai dengan metoda ini apakah cukup handal, menjamin agar petani dapat meraih sukses,

Saya sempat mampir ke kebun Asrifarm setelah situasi PSBB Covid 19 di Jakarta dan Bogor di per longgar awal Juli 2020 yang lalu. Ternyata penelitian pendalaman metoda HIPOH telah mengalami banyak kemajuan. Terlihat pohon2 cabe daun nya hijau-hijau, Dari bentuk pohon dan daunnya kita bisa tahu yang ditanam berbagai varietas cabe dan berbeda umur.

Mengapa pemandangan ini membuat saya kagum? Selama perjalanan saya melihat ke kiri kanan menyaksikan kebun disepanjang jalan tidak ada yang nampak dalam kondisi baikbahkan malah terlihat seperti tidak terawat. Dalam benak terbayang nanti kala sampai di kebun Asrifarm akan me,ihat pemandangan yang  mirip2, ternyata tidak begitu. Ada pertanyaan mengapa ladsng dan kebun tidak berhasil padahal hujan masih sering turun? Pohon2 besar, pohon tahunan pun daunnya tidak lebat hijau sebagai mana seharus nya kalau hujan masih sering turun. Pertanyaan ini saya akan saya tanyakan nanti di pengelola kebun Asrifarm.

Saya dikebun bertemu dengan Pak Soerodjo yang ditugaskan untuk membantu melaksanakan penelitian di lapangan. Beliau berkesempatan menjelaskan secara terperinci mengenai kemajuan apa yang telah dicapai saat ini. Juga diberikan informasi bahwa memang cuaca sangat tidak kondusif, tetapi ini dijadikan tantangan untuk lebih mendalami penelitian agar hasil yang akan dipoleh lebih efektif.

di ingatkan kembali bahwa sasaran yang hendak dicapai dengan metoda HIPOH ini adalah peningkatan produktifitas cabe hingga 500% sepanjang musim. Ada sedikit perbedaan dengan awal pertama saya dikenalkan dengan metoda HIPOH yaitu yang dulu  tidak ada kata Sepanjang Musim dan yang ada hanya peningkatan produktifitas saja.

Untuk pencapaian sasaran diatas banyak hal yang telah dicapai dengan pendalaman aplikasi yang disebut Advanced Implementation HIPOH atau penerapan tingkat lanjut dari metoda HIPOH yang dijabarkan sebagai berikut:

1. Pemilihan varietas yang sesuai

2. Peracikan media tanam

3. Kelengkapan obat2an organik untuk mengatasi hama dan penyakit tanaman cabe.

4. Pemupukan yang ideal, efektif dan irit

Secara detail penjelasan mengenai pedoman budidaya cabe metoda HIPOH akan di deskripsikan secara berangkai di penulisan2 berikut nya,

Dengan berjalan nya waktu (tanpa sadar 2 tahun telah berlalu) dan makin banyak nya pelajaran serta pengalaman dilapangan, Methoda HIPOH main di sempurnakan dalam upaya pencaoaian hasil budi daya cabe yang optimal.

Awalnya serial tutorial ini akan disajikan secara ber urutan sejak penyemaian, Penyiapan media tanam dan seterusnya sehingga saat keberhasilan dalam pemanenan. Tetapi mengingat banyak kekurang berhasilan ataupun banyak nya rintangan dalam masa pindah tanam yang kritis dimana angka lkematian tanaman tinggi. Sengan pertimbangan tersebut maka pembahasan metoda HIPOH tingkat lanjut dimulai dari tahapan pindah tanam.

Dalam metoda HIPOH pengertian pindah tanam asalah msa atau saat pemindahan bibit dari tempat persemaian ke polybag besar (diameter 20-30 cm). Proses penyenaian bisa di polybag kecil atau lebih direkomendasikan menggunakan Tray semai. Tehnik penyemaian menggunakan tray semai akan dibahas secaraw lebih detail pada topik terpisah.

Dalam topik Pindah tanam ini akan di berikan tips mengenai beberapa hal berikut:

  1. Kapan sebaik nya pindah tanam, pada usia berapa HSS (Hari Setelah Semai) sebaik nya melakukan pindah tanam ?
  2. Penyiapan Media Tanam agar tanaman tumbuh baik tidak kerdil dan mengurangi adanya jamur patogen yang membuat pohon matii layu.
  3. Perlindungan terhadap hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman saat pohon masih kecil seperti jangkrik, keong, belalang dan lain-lain.
  4. Pemupukan yang efektif dan perlakuan anti hama & penyakit yang tepat secara organik.

Sehimgga dapat diharapkan jumlah kematian kecil dan hasil yang dipanen bisa optimum dan berkualitas prima, berat dan pedas.

1. Kapan tanaman cabe sebaik nya dipindahkan?

Metoda budidaya cabe HIPOH  menggunakan polybag sejak pindah tanam sampai masa panen,walaupun demikiani tetap tidak dianjurkan untuk menanam benih langsung ke polybag besar. Banyak yang mencoba menyemai langsung di polibag dengan pertimbangan akan praktis , tidak repot pindah tanam dan akan mengurangi waktu dan tenaga. Penyemaian langsung di polibag besar keberhaslan rendah, sering malah tidak tumbuh sama sekali.

Mengapa tidak dianjurkan langsung karena saat penyemaian tidak boleh terpapar full matahari di musim kemarau karena keberhasilan menjadi kecambah kecil, Juga tidak boleh terpapar hujan karena biji benih akan hanyut atau busuk kalau terendam air terlalu lama.

Untuk itu dianjurkan menggunakan tray semai ukuran sekitar 90-128  lubang agar proses nya cepat dan keberhasilan tinggi. Mereka yang sudah berpengalaman bisa menggunakan trey yang jumlah lubang nya 200. Topik penyemaian akan si bahas dalam satu topik tersendiri/

Patokan kapan oindah tanam dilihat jumlah daun nya sudah mencapai 4 helai atau 5 helai. Waktu nya sekitar 4-6 minggu setelah pembenaman benih. Ada yang berpendapat kalau terlambat pindah tanam hasil tidak akan maksimum. Hiraukan pendapat tersebut, karena kalau terlalu dini saat pemindahan pohon nya akan mati.

 

2. Penyiapan Media semai.

Selama menunggu benih tumbuh, kita harus sudah bergegas menyiapkan polybag yang terisi dengan media tanam yang subur/ Media tanam nya menggunakan campuran 3 macam bahan yaitu, Tanah:Kohe/kompos:Serbuk Cocopeat (sabut kelapa) = 1:1:1 ukuran berat. Jadi kalau kit memilik 1 kg tanah, kita campurkan masing2 1 kg kompos dan 1 kg serbuk Cocopeat/

Kenapa kita perlu menggunakan cocopeat karena media tanam di dalam polybag akan cepat mengeras, memadat disiram tiap hari. Tanah yang keras akan meyulitkan akar untuk bisa tumbuh dengan baik. Apabila kita sulit memperoleh cocopeat kita bisa menggunakan serbuk gergaji atau sekam bakar atau yang sudah difermentasi. Sekam mentah juga bisa dipakai tetapi perlu di sterilkan misalnya menggunakan Belimpa atau Tegrap untuk menghilangkan jamur Patogen yang bisa membuat tanaman layu.

Dikota-kota dimana sulit memperoleh tanah tegalan bisa digunakan media tanam karungan berupa campuran tanah subur yang terdiridari campuran  kotoran hewan dan kompos . Perlu diberi catatan bahwa tanah subur yang dijual di toko pertanian atau di toko tanaman terlalu kuat untuk menanam benih yang akan dipindahkan. Tetap kita memerlukan camporan tanah asli. Walau banyak pendapat bahwa tidak perlu menggunakan tanah, menurut saya sebaik mya ada camporan tananh nya karena di dalam nya mengandung energi. Kita diajarkan bahwa Manusia hewan dan tumbuhan diciptakan dari tanah. Takaran campuran media tanam bisa kita ubah Tanah:Kompos:serbuk cocopeat = 1:1:2

Ukuran Polybag yang digunakan cukup  berdiameter 12-16 cm. Media tanam dimasukkan dengan ketinggian 3/4 setelah dipadatkan sedikit. Diameter polybag 12 cm cukup untuk memberikan nutrisi pohon cabe sampai akhir pembungaan pertama. Pemberian nutrisi untuk pembungaan berikutnya di sokong oleh tanah dibawah polybag. Akar tananam cabe akan menembus dasar polybag perlu kita  tambahkan 4 lubang didasar polybag agar akar lebih leluasa mencari jalan kebawah. Untuk itu diperlukam guludan dengan tanah yang sudah tidak keras yang kita tambahkan kompos terutama dari sampah pertanian terutama cacahan daun dan gedebong pisang yang kaya unsur P dan K

 

 

Pelindung Bibit gelas plastik

 


 

Selama ini telah membahas banyak mengenai metoda HIPOH dalam upaya meningkatkan produktifitas budidaya cabe, naka dirasa sudah saat nya berbagi pengetahuan untuk mendapatkan "best practise" agar diperoleh hasil yang benar-benar memuaskan.

Yang akan kita bahas sekarang adalah bagaimana kita mendapatkan kondisi tanah yang ideal untuk perbagai tanaman agar peertumbuhan tanaman bai dan dapat menghasilkan buah secara produktif. Untuk itu kita harus mampu mengetahui kondisi tanah kebun kita. Apakah kondisi tanah cukup subur atau perlu peningkatan kesuburan dengan menambahkan hara tertentu? Selain itu diperlukan juga mengetahui berapa Ph tanah kebun kita, yang pada umum nya agak dikesampingkan karena selain merasa tidak perlu karena sudah menanam beberapa kali berhasil panen juga peralatan nya cukup mahal

Sering kali juga kita tidak tahu secara tepat apa yang menyebabkan tanaman kita kerdil2 ataupun gangguan penyakit dengan gejala lain seperti warna daun kuning, ukuran daun nya kecil dan tumbuhnya tidak lebat karena rontok rontok .

Keluhan lain yang banyak disampaikan adalah rendahnya produktifitas tanaman karena beberapa kali panen kemudian berhenti berbuah atau langsung merana. Kita harus memahami kondisi tanah kita sejak dari persiapan lahan

Kegiatan memastikan kondisi tanah ini makin penting untuk bertanam di Polybag karena akan berpengaruh di produktifitas nya. Keuntungan dengan penggunaan polybag adalah media tanam nya bisa kita lakukan pengkondisian sejak pengisian media tanam nya.

Memang benar kalau ada yang mengungkapkan bahwa penyiapan dan pengkondisian lahan yang baik akan menjamin keberhasilan berbudi daya tanaman apapun. 70% masalah tanaman akan dapat diatasi dengan pengkondisian lahan. Diharapkan tanaman bisa subur berbuah banyak dan bebas dari pemyakit dan perbagai hama.

Untuk dapat melakukan olah lahan, apakah tanah saya subur atau tidak? apakah pH nya normal atau tidak? kita harus dapat mengukur kondisi tanah kita. Seingga kita bisa melakukan pengkondisian tanah secara baik dan tidak berlebihan. Misalnya pH tananh sudah normal maka tidak perlu menambahkan kapur atau bahan kimia lain untuk membuat nya netral. Juga dengan masalah kesuburan tanan, kalau cuma krang suburnya sedikit kita tidak perlu menambahkan pupuk banyak2.

Pertanyaan berikut nya adalah bagaimana mengukur pH tanah dan mengukur tingkat kesuburan tanah secara tepat yang mudah dan terjangkau. Bagi petani yang kebun nya besar mungkin tidak masalah mengirim sample atau contoh tanah nya ke laboratorium yang terdekat yang bagi pekebun atau petani kecil terlalu mahal biaya nya.

Berikut ini saya sampaikan bagaimana melakukan test dan perbagai peralatan pendukung dengan kelebihan dan kekurangn nya.

 

Mengukur pH Tanah kebun

Yang dimaksud dengan pH tananh adalah tingkat keasaman atau kebasaan (atau alkaline) dari tanah. Bisa Asam kalau angka pH dibawah 6,5 . Disebut  normal kalau berada pada angka sekitar 6,5-7,5 dan basa kalau berada diatas angka 7,5 . Sebagian besar tnaman akan tumbuh subur pada  tingkat ke asaman normal dan akan mengalami masalah pertumbuhan  kalau berada pada tingkat keasaman yang rendah maupun tinggi.

ApabilapHh tanah terlalu rendah atau terlalu tinggi akan menyebabkan proses pengambilan makanan dari dalam tananh terganggu dan pada kondisi ekstrim tanaman akan keracunan apabila kandungan logam tertentu terlalu tinggi seperti kandungan besi (fe) sehingga akhirnya tanaman akan merana dan mati.

Ada beberapa alat mengukur tingkat keasaman tanah dari yang murah hingga yang harganya mahal, dengan berbagai akurasi dan yang memiliki ketelitian berbeda. Dalam artikel ini adalah merekomendasikan alat pengukur pH yang bisa diahdalkan tetapi tidak mahal

 

Beberapa alat pengetesan PH tanah

a. Menggunakan kunyit.

Ini cara yang paling sederhana dengan bahan yang bisa didapatkan disekitar kita. Cara melakukan nya adalah dengan menyiapkan irisan kunyit sebagai kontrol yang nantinya dipakai sebagai pembanding warna kunyit yang dicelupkan kelarutan tanah yang diukur.

Kunyit kontrol dicelupkan ke 2 gelas yang berfungsi sebabagi kontrol, gelas pertama berisi air dicampur cuka atau jeruk nipis mengindikasikan cairan asam, gelas kedua berisi air yang dicampur obat maag sebagai kontrol larutan basa. Kemudian dan tanan yang akan diukur dimasukkan kedalam gelas berisi air  dengan perbandingan 1:1.

Irisan kunyit dicelupkan selam 30 menit kedalam larutan kontrol demikian juga dengan larutan tanah yang akan diukur. kemudian kita lihat perubahan warna irisan kuniy nya. Kalau menjadi lebih pucat berarti pH nya rendah atau asam. Sedang kalau warna irisan kunyit berubah kuning gelap berarti pH nya tinggi.

Warna kunyit yang dicelupkan kedalam cairan cuka dan kedalam obat maag dipakai sebagai acuan. Kalau warna irisan kunyit yang dicelupkan pada sample tanah mendekati warna irisan kunyit yang dicampur cuka ber arti tanah nya asam . Kalau warna kunyit mendekati warna  air yang dicampur obat maag ber arti pH tanah nya tinggi atau tanah nya basa.

b. Menggunakan Kertas Lakmus

Pengukuran menggunakan kertas lakmus merupakan pengukuran pH yang digunakan sejak dahulu. Kertas lakmus ini dijual dengan berbagai kualitas. Makin tinggi harga nya proses perubahan warna kertas makin cepat dan makin memudahkan dalam waktu membandingkan dengan warna reference. Kertas Lakmus di celupkan kedalam cairan, kemudian setelah beberapa waktu bagian kertas yang tercelup berubah warnanya. Perubahan Warna kertas tersebut di cocokkan pada warna acuan. Maing2 warna acuan menunjukkan tingkat pH yang berbeda.  Kecocokan warna tersebut meng identifikasikan berapa tingkat pH cairan tersebut.

c. Menggunakan pengukur pH tanah (prong)

Alat ini nerbentuk bulat atau persegi, kira2 sebesar korek api. ada kakinya dari logam yang panjang nya sekitar 20-25 cm. Kakinya bisa satu dua atau tiga tergantung merek dan banyaknya kondisi yang harus diukur.

Pada kotak persegi empat atau bulatan terdapat penunjuk jarum analok atau digital. Yang diukur bisa pH saja atau kondisi lain seperti kelembapan tanah, temperatur tanah, kuat cahaya sekitar nya sampai ada yang mengukur tingkat kesuburan tanah.

Cara menggunkan nya adalah dengan menancapkan lebih dari separuh kaki dibiarkan sampai beberapa waktu alat peninjuk menjadi stabil. Alat ukur model ini digemari pekebun karena praktis dan harganya relatif tidak mahal. Kekurangn nya adalah kita harus bisa memastikan alat ukur yang dipakai bekerja dengan baik.

d. Menggunakan pH meter untuk media cair.

Alat ini banyak digunakan oleh petani hidrophonik dan petambak ikan. Alat ini sangat praktis, tinggal dicelupkan kedalam cairan dan dibaca alat ukur nya dalam bentuk digital. Harga juga tidak mahal. Untuk mengukur tanah dalam bentuk padat harus melalui tahapan di campur aquades setelah tanah mengendap pH cairan nya yang diukur.  Pengukur pH cairan lebih akurat tetapi perlu bisa melakukan kalibrasi alat untuk mendapatkan bacaan yang selalu tepat

e. Test Laboratorium tanah.

Kalau ingin memperoleh informasi yang akurat untuk mengukur pH tanah adalah mengirimkan sampel tanah ke lab yang direkomendasikan. Biasanya untuk memperoleh pH tanah perkebunan perlu sampel tanah beberapa titik lokasi di kebun sehingga bisa diketahui sebaran pH di kebun tersebut yang kemungkinan besar ber beda-beda.