Budidaya cabe penuh dengan tantangan. Peluang untuk memperoleh keuntungan besar dibandingkan tanaman tanaman palawija yang lain. Pengguna nya banyak sehingga harga akan melonjak apabila pasokan berkurang. Pemerintah pun memasukkan cabe sebagai indikator inlasi karena begitu sensitifnya harga sehingga bisa mempengaruhi harga cabe di tingkat pelanggan. Harga cabe akan meningkat di hari raya lebaran dan juga biasanya di akhir tahun.

Kenaikan dihari raya lebaran karena permintaan cabe yang meningkat sejalan dengan meningkatnya konsumsi makanan untuk berbuka selama bulan puasa dan perayaan hari raya lebaran. Sedang si akhir tahun situasinya berbeda, harga cabe melonjak karena mulai bulan November sampai Februari merupakan periode musim hujan dimana produktifitas cabe menurun akibat banykna penyakit cabe yang menggagalkan panen. 

Demikian lah dibalik peluang meraup keuntungan yang menawan tadi, juga banyak tantangan agar tidak gagal panen yang tentunya merugikan petani. Investasi dalam berbudi daya cabe cukup tinggi, saat ini berkisar antarr Rp40 juta hingga Rp 80 juta per satu musim tanam selama 6 bulan.

Petani akan memperoleh keuntungan apabila produktifas produksi per satuan luas tanah tinggi, biaya yang dikeluarkan rendah dan harga jual yang tinggi.

Harga jual yang tinggi akan diperoleh kalau kita mampu menjual langsung ke pemakai akhir, yang realitanya tidak akan bisa demikian karena pembelinya jauh dan kalau dipasarkan sendiri dalam jumlah kecil biaya transport dan operasi penjualan tidak sesuai. Lebih baik melalui lapak atau bandar yang keliling mengambil panen dari petani.

Untuk mendapatkan harga yang tinggi petani harus bisa memperkirakan kapan harga akan tinggi, harga jual cabe mana yang akan tinggi? cabe Rawit merah, keriting atau cabe merah besar?. Misalnya 4 bulan pertama tahun 2017 harga yang bertengger tinggi cukup lama justru cabe rawit hijau.

Biaya yang paling tinggi ada di biaya sumber daya manusia yang mengerjakan penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan dan panen.  Pengendalian biaya berkisar dalam penentuan jumlah pekerja yang diperlukan. Untuk penyiapan lahan dan panen biasanya mengerahkan banyak orang. Sedang untuk pemupukan penyiraman, pengemdalian hama cukup 3-4 orang per Ha.

Berbicara mengenai produktifitas yang menarik untuk dibahas adalah pemilihan jenis varietas cabe.  Dengan memahami karekteristik varietas cabe akan sangat bermanfaat untuk mengetahui beberapa informasi penting seperti: Kesesuaian lokasi penanaman, apakah cocok ditanam di musim hujan atau panas, berapa potensi produktifitas cabe per pohon, berapa lama panen sejak pindah tanam dan yang penting adalah ketahanan terhadap hama atau penyakit tertentu.

Saat ini sudah begitu banyak jenis varietas cabe. Sepengetahuan saya yang telah dilepas departemen pertanian saja pasa akhir 2015 untuk cabe besar  107, cabe keriting 103 dan cabe rawit 37. Sekarang mungkin angka nya sudah lebih banyak lagi karena banyak nama yang dijual secara komersial belum termasuk di daftar yang saya miliki.

Dengan makin tidak jelasnya pergantian musim hal ini makin penting untuk tidak mengalami gagal panen yang dua tahun terakhir ini sering trjadi pada petani cabe si perbagai daerah.

Sangat sedikit informasi yang dapat kita peroleh mengenai karakteristik perbagai  varietas yang di perjual belikan. Informasi yang mereka sampaikan belum tentu benar ataupun belum tentu cocok dengan lokasi kita.

Berdasar pengalaman yang saya peroleh, akan di share 4 varietas  cabe unggul yang menurut saya bisa di coba karena penanaman varietas tersebut menyelamatkan saya dari kerugian yang lebih besar. 

Kebun saya saya ada di 4 lokasi, si Ciawi bogo pada ketinggian 500 dan 600 dpl dan di Cariu Jonggol di ketinggian 160 dan 300 dpl. Ini bisa mewakili kondisi varietas pada lokasi yang berbeda. Saya akan tampilkan nama varietas bukan merupakan iklan tetapi agar petani cabe kalau ingin mendapatkan bisa mudah mrncari nya di pasar.

1. Varietas cabe rawit hibrida F1 RAGA 2.

saya menyukai varietas cabe ini karena genjah, bisa panen cepat, dalam waktu 55 hari setelah tanam sudah mulai bisa panen. Buahnya besartype merunduk atau gantung, Warna merah mengkilap saat matang, kulitnya halus dan rasanya pedas. Pembeli menyukai nya dan bersedia membeli dengan harga tinggi. (Lihat foto di atas artikel ini).

Makin banyak memperoleh penyinaran matahari akan menghasilkan buah yang berlimpah. Pembungaan kedua setelah pembungaan pertama tidak menunggu terlalu lama. Penanaman di ketinggian 200 dpl dan di ketinggian 600 dpl tidak  ada perbedaan karakteristik yang signifikan. Potensi produktifitas per pohon cukup tinggi yaitu 1 Kg per pohon.

Ada catatan yang perlu diperhatikan , bahwa varietas ini sangat disukai oleh hama dan penyakit. Masa pembibitan cukup kuat , tetapi menjelang pembungaan hampir semua penyakit siap menyerang , mulai dari lalat buah, patek, layu dan keriting daun. Waktu yang diperlukan dari saat buah pentil sampai mencapai matang waktu nya lebih dari 30 hari.

Walaupun termasuk manja dalam pemeliharaan, saya selalu tidak dapat untuk tidak menanam jenis ini karena ke elokan buah dan ke genjahan nya. Untuk mengatasi masalah penyakit cukup berhasil menggunakan pestisidas organik BISMA PK dan BRAHMA. Juga sangat disarankan menggunakan agen hayati Trichoderma dan Gliocladium. Sesekali masih menggunakan fungisida kimia seperti Bion-M untuk mengatasi penyakit jamur. Saya menyukai penggunaan BISMA PK dan BRAHMA karena saya bisa gunakan seberapa banyak frekuensi nya tanpa kuatir merusak tanaman. kalau menggunakan pestisida kimia daun bisa layu dan berdampak buruk ke tanaman.

Khusus untuk cabe penyiraman pada daun saya hindari untuk mencegah tumbuh nya jamur dan bahkan pemupukan daun yang biasanya saya lakukan sebagai pupuk susulan  tidak saya lakukan. Walupun demikian hasil sangat memuaskan, buah banyak dan besar-besar. Nampaknya pestisida BISMA PK sudah mengandung nutrisi untuk daun dan pembungaan.

Penggunaan green house akan memudahkan budi daya cabe varietas ini.

2. Varietas Cabe Rawit PELITA 8 F1

Cabe rawit PELITA F1 asalah cabe rawit hijau type tegag. Cocok ditanam di dataran rendah dengan intensitas matahari tinggi. Asa dua versi dipasaran PELITA F1 dan PELITA 8 F1. Saya tidak tahu perbedaan nya karena baru mencoba yang PELITA 8 F1. Produktifitas cabe rawit PELITA lumayan sekitar 0,6 kg per pohon. Cabe rawit biasa sekitar 0,3-0,4 kg per pohon.

PELITA 8 F1 yang saya tanam di bekas sawah di Cariu pada ketingian 200 dpl sangat memuaskan. Saat serangan Patek pada bulan Maret 2017 sempat kena tetapi cepat pulih. Saat itu harga cabe rawit hijau sangat tingi diatas harga rawit merah, dimana  sempat bertengger 2 bulan pada harga Rp 200.000 per Kg.

Penanaman pada ketinggian 500 dan 600 dpl pohonnya kurang besar dan buahnya lebih sedikit. Diduga karena paparan matahari kurang.

Masa penanaman sampai panen agak panjang bisa mencapai 100 hari kalau ingin panen merah. Tetapi varietas cabe merah tidak laku kalau dijual sudah menjadi merah. 

Sekarang harga cabe rawit hijau relatif rendah dibandingkan cabe rawit merah atau cabe keriting.

 

3. Varietas Cabe Merah Keriting RED KRISS

Cabe merah keriting atau sering disingkat CMK merupakan cabe yang paling banyak di budi dayakan karena permintaan banyak dan harganya selalu berada ditataran atas. Hanya cabe rawit merah yang kadang-kadang bisa melonjak menjadi lebih mahal.

Karena banyak di budi dayakan Varietas yang ada dipasaran juga banyak. Sangat sulit memilih mana yang dianggap terbaik untuk di budi dayakan. Setiap daerah memiliki varietas favoritnya sendiri-sendiri.

Seperti dulu daerah Jawa barat memfavoritkan TM999 dari Panah Merah sebagai andalan cabe mereka. Produktifitas nya tingi dan tahan penyakit Patek.  Tetapi kemudian pada beralih ke varietas lain karena sekitar 2015-2016  produk TM999 mengalami ke gagalan diperbagai tempat. Kemudian nampaknya TM999 di pasarkan oleh Tani Murni dengan mengembalikan kualitas terdahulu. Untuk menggantikan produk TM 999, Panah Merah mengeluarkan varietas PM 999 tetapi belum bisa mengangkat pamor seperti dahulu.

Varietas cabe merah keriting apa yang menjadi pilihan AsriFarm?  Pilihan Asrifarm jatuh ke Red Kriss, walaupun varietas ini relatif baru ternyata dilapangan menunjukkan keunggulannya. Produktifitas tinggi dan tahan terhadap penyakit Patek, pertumbuhan seragam sehingga panen bisa bersamaan.

Salam menjualpun pembeli menyukai nya.