Salam mengembangkan budidaya cabe yang produktif, efisien dan bebas serangan  telah diperkenalkan pada pola budidaya cabe berbasis HIPOH.

Capaian peningkatan produktifitas pastinya tidak mudah karena budidaya ini melompati tataan pedoman penanaman cabe yang ada saat ini.

Suatu terobosan pastinya memiliki konsekuensi yang harus dipatuhi sehingga hasil yang dicapai sesuai harapan.

Persyaratan utama agar berhasil dalam penerapan HIPOH adalah penguasaan meracik media tanam. Banyak kkegagalann akibat kurang penguasaan dalam penyiapan media tanam. Dimana tanaman tidak subur dan kerdil. Mereka merasa bahwa metoda HIPOH tidak mumpuni atau cara cerdas berbudi daya cabe.

Persyartan kedua adalah kemampuan merawat tanaman dengan memanfaatkan produk-produk Asrifarm yang di rancang mendukung tanaman memperoleh nutrisi yang cukup, terbebas dari penyakit dan hama.

Jangan ber anggapan bahwa biaya akan meningkat tepi malahan akan diperoleh penghematan biaya hingga 50% dari penghematan pemakaian pupuk dan tenaga kerja.

Mari kita bahas produk Asrifarm dan jelaskan metode penggunaan nya agar peningkatan produktifitas tercapai dan penghematan juga diperoleh.

 

Produk2 organik ari Asrifarm  anta lain:

  1. Bisma PK untuk mengatasi hama kutu2 an dan serangga kecil yang menyebabkan keriting daun dan bercak kuning gemini, Pencegahan & mengurangi dampak serangan busuk buah kering Patek ( Untuk mengobati patek perlu kombinasi denga Arwi NA). Selain itu jua merupakan Pupuk organic cair karena memiliki kandungan nutrisi tinggi ( 4400 µs/cm) ini 30% lebih tinggi dari POC lain yang kandungan nutrisi nya sekitar 3300 µs/cm.Bisma PK juga memiliki Kandungan unsur micro lengkap untuk pertumbuhan pada masa vegetatif dan generatif. Sebagai catatan bahwa pada plikasi formula Bisma PK pemupukan susulan yang biasanya dilakukan tiap minggu bisa dikurangi 60% penggunaan pupuk kimia nya. Untuk penanaman cabe model HIPOH dalam polybag, pupuksusulan bisa di tiadakan
  2. Brahma , merupakan booster pestisida. Penggunaan BISMA PK dan BRAHMA diperlukan saat tanaman kita diserang serangga besar seperti belalang, jangkrik, oteng2, ulat an lain2. Penggunaan cukup 4 kali dari periode 3 hari.
  3. GENJAH RM, untuk merangsang pembungaan agar tanaman lebih cepat berbunga, jumlah bunganya banyak dan mampu mencegah kerontokan bunga. GENJAH RM Diaplikasin Bersama Bisma PK .
  4. PANENKU, diberikan saat terjadi pentil buah agar pertumbuhan buah optimal , dapat menghasilkan buah ber bobot yang optimum.
  5. ARWI NA, Diberikan saat mengalami busuk buah kering (patek) dan basah yang diakibatkan bakteri ERWINA. Juga mengatasi ranting kering dan daun coklat yang kemudian layu. Ini disebabkan juga oleh bakteri Erwina.
  6. TEGRAP, diperlukn saat penyemaian agar tidak terjadi rebah semai atau damping off akibat jamur Phitium.

 

APLIKASI.

  1. Ramuani utama adalah campuran 100 ml(10 tutup botol) Bisma PK + 50 gram NPK (4 tutup botol) yang dicairkan + 10 liter air. Aplikasi Mulai dari masa semai hingga akhir panen. Pada penyemaian diberikan tiap dua minggu dengan takaran campuran sama. Setelah pindah tanam setelah 4 kali aplikasi tiap minggu di istirahatkan dua minggu dan seterusnya mengikuti pola 4 kali aplikasi 2 minggu istirahat.
  2. Biasanya setelah pindah tanam tanaman yang masih muda menjadi incaran jangkrikj dan belalang. Tambahkan Brahma 5 tutuk ke campuaran diatas sehingga formula nya menjadi Bisma PK + Brahma 50 ml (5 tutup) + 50 gram NPK (4 tutup botol) yang dicairkan + 10 liter air. Pemberian Brahma cukup 8 kali seminggu dua kali dimana,  4 kali perminggu dengan formula campuran dan semprotan anataranya hanya Brahma 5 tutup dan Bisma PK 5 tutup.
  3. Setelah tanaman mencapai usia 6 minggu (45 hst) perlu memeberikan tambahan Genjah RM untuk menyuburkan tanaman dan menyiapkan pembuangan sehingga formula campuran adalah sbb: Bisma PK + Genjah RM 50 ml (5 tutup) + 50 gram NPK (4 tutup botol) yang dicairkan + 10 liter air.
  4. Setelah ada bunga yang mulai menjadi buah sekitar 60 hst, penggunaan Genjah RM ditukar dengan Panenku dengan takaran sama sehingga formulanya akan sbb: Bisma PK + Panenku 50 ml (5 tutup) + 50 gram NPK (4 tutup botol) yang dicairkan + 10 liter air

Demikian pedoman pemakaian produk Asrifarm untuk dapat meningkatkan produktifitas fan mengurangi biaya pupuk dan pestisida kimia yang mahal.