Print
Category: General
Hits: 1123

Awalnya Asrifarm tertarik akan produk baru yang ditawarkan berupa pestisida organik untuk membasmi Patek dan keriting rambut. Singkatan nama  BISMA PK adalah singkatan dari Basmi Hama Patek dan Keriting Daun. Produk ini membuat penasaran karena kedua penyakit yang mengancam tanaman cabe merupakan hama dan penyakit yang menjadi kekuatiran para petani cabe. Bahan kimia pun sering diragukan kemampuan nya dalam menangani dua penyakit tersebut.

Agrifarm menyempatkan mencoba dan melakukan test apakah yang ditawarkan benar-benar seperti yang dijanjikan. Hasilnya bisa dikatakan "luar biasa" karena melakukan pendekatan yang berbeda dengan memanfaatkan potensi herbal alami  untuk dapat membuat tanaman "meng ekspresikan dirinya" secara optimal.

Mungkin banyak praktisi tidak akan mudahpercaya bisa menerima keampuhan hasil inovasi ini ini karena ber anggapan bahwa karya ini dibuat oleh seorang petani atau pekebun sesama mereka yang mungkin punya jam terbang jauh lebih tinggi.

Siapakah penemu produk ini? Beliau adalah Bapak Sadiman yang saat ini  berprofesi sebagai salah satu anggota Dewan Riset Nasional, yang bertugas dibawah kementerian Ristek dan Dikti. Mari kita ikuti tanya jawab dengan beliau sekitar latar belakang mendalami bidang pertanian dan mengapa menekuni suatu produk yang dianggap strategis dan merupakan solusi bagi petani cabe.

 Asrifarm : Pak Sadiman yang saya ketahui di  DRN (Dewan Riset Nasional) memiliki kepakaran bidang material maju dan bahan baku? Mengapa menekuni pembuatan pestisida organik untuk Cabe?

Bp Sadiman:  Saya menyukai berbudi daya buah dan sayuran, pertanian merupak tulang punggung dari kehidupan berbangsa. Memang sudah seharusnya petani di berdayakan dan dapat sejahtera penghidupannya.  Pada kenyataan nya kehidupan petani kurang menggembirakan untuk itu saya terjun untuk bisa menghayati kehidupan bertani. Salah satu komoditi pertanian yang hitung-hitungannya mempunyai peluang untuk ditekuni adalah budidaya cabe. Diatas kertas sangat menggiurkan. Saat saya dalami dengan melakukan budidaya dengan sekala sedikit besar, ternyata untuk memperoleh produktifitas yang di inginkan sangat sukar dicapai. Kematian pohon karena hama dan penyakit tinggi dan bobot buah per tanaman jauh dari apa yang dijanjikan oleh produsen benih. Saat berjuang melawan hama dan penyakit beberapa petani saya mengalami kemunduran kesehatan karena dalam penggunaan pestisida kimi tidak menggunakan alat Pelindung Diri (APD) seperti masker penutup pernafasan. Disitulah terpikirkan untuk mengembangkan metoda organik untuk membasmi hama yang ampuh. Saat ini belum saya bisa temukan pestisida organik secara komersial yang bisa diandalkan dan bis bertahan lama dalam penyimpanan.

Asrifarm : Mengapa begitu lama memformulasikan pestisida tersebut? padahal saat ini Patek dan Keriting daun sedang mewabah. Petani perlu dibantu dengan meng aplikasikan pestisida ini?

Bp Sadiman : Saya tidak terlalu ke buru-buru dalam meluncurkan produk ini. Saya harus pastikan kemanjuran nya dengan mencoba secara riil dilapangan. Adanya wabah Patek yang sudah berlangdung dari bulan September 2017 merupakan peluang untuk di uji cobakan. Saya biarkan 1000 pohon tertular penyakit keriting dan saya pastikan BISMA PK dapat membasmi dan mengembalikan produktifitas pohon yang tertular. Hasil yang dicapai 90% bisa sembuh dan sisa nya  10 persen yang kena parah walau dapat sembuh produktifitasnya menurun. Kurang pas kalau saya diminta menilai produk sendiri. 6 minggu lalu Asrifarm saya beri sampel untuk di coba dilapangan. Bagaimana komentarnya.?

Asrifarm : Kami boleh acungkan jempol untuk inovasi nya. BISMA PK efektif untuk upaya pencegahan terhadap serangan hama Patek dan serangan thrps dan Apid. Hanya kita harus lebih rajin melakukan penyemprotan dan pengawasan karena datangnya serangan terjadi ber tubi-tubi akiban kebun Asrifarm bersebelahan dengan kebun tetangga yang pastinya mendapat serangan juga.  Untuk upaya penyembuhan juga cukup menakjubkan dalam merangsang tumbuhnya tunas daun dan tunas bunga sanagt berhasil.  dua atau 3 daun baru akan timbul disusul dengan tunas bungan yang lebih banyak dari saat sebelum sakit. Bagaimana ini bisa terjadi? Teman di komunitas cabe bersikeras bahwa tidak mungkin penyakit semacam patek dapat di berantas, dengan obat-obatn kimia tidak mudah. kemudian di sangsikan bahwa mengupayakan timbulnya tunas dan bunga dalam kondisi sakit akan sia-sia.

Bp Sadiman : Cara kerja pestisida kimia tidak sama dengan pestisida nabati. Mereka yang penggemar pestisida kimia berpikir dapat membunuh serangga seketika, seperti menggunakan obat nyamuk dan berharap dalam beberapa menit nyamuk jatuh dan mati. begitu pula dengan fungisida kimia, berharap setelah disemprot jamurnya mati dan pohon nya sembuh.

BISMA PK bekerja dengan prinsip membuat tanaman bukan tempat sasaran yang nyaman bagi hama dan penyakit. Patek misalnya akan kondusif kalau kelembaban tinggi. PH dilingkunagn tanaman dibawah 7 dan temperatur udara dibawah 35 derajat celcius. Dengan demikian perlu  kondisi lingkungan dibuat tidak kondusif dan kemudian beberapa ramuan mengaktifkan fungsinya untuk membunuh dan menghambat penyebaran jamur. Tetapi fungsi yang dilakukan ini masih merupakan proses biasa pada berbagai pestisida yang ada. Pada BISMA PK aksi utamanya adalah menumbuhkan daun baru dan bunga baru yang bebas dari infeksi baik karena jamur maupun dari ancaman hama yang menyebabkan daun keriting. Tunas baru tersebut lah yang kita harapkan produktif menghasilkan buah dalam jumlah yang optimal. Mengenai pandangan bahwa logis kalau tanaman sakit bisa tumbuh tunas hal itu tidak benar. Tumbuhan berbeda dengan manusia, selama akarnya sehat saat daun atau buahnya mendapat ancaman ada aksi survival agar tanaman tetap hidup dengan rangsangan mengeluarkan tunas. Seperti kalau kita ingin mangga kita berbuah cepat dilakukan pemangkasan atau juga pohon alpukat akan berbuah setelah daun nya habis diserang ulat. Duren pun berbuah saat datang musim panas yang mencekam. Saat sepeti itu kalau kita beri nutrisi yang tepat akan membantu penyembuah secara cepat dan baik.

Asrifarm : Bisa dapat bocoran bahan apa yang digunakan apakah menggunakan yang banyak ada di google ? Dan apa misi dari Bapak Sadiman sebagai anggota Dewan Riset Nasional dalam meluncurkan produk ini.?

Bp Sadiman : Pertanyaan yang baik sekali. Ada dua misi yang saya emban adalah keinginan mensejahterakan petani dan yang kedua yang merupakan misi pemerintah untuk melahirkan inovasi. Definisi Inovasi yang DRN ingin kembangkan adalah ada nilai invensi yang memebrikan nilai tambah produk dan nilai komesial artinya keberhasilan inovasi dilihat dari keberhasilan sisi komersial nya.

Mengenai pertanyaan apa kandungan BISMA PK?  Tentu semuanya menggunakan bahan nabati tetapi tidak akan saya ungkapkan karena nanti malah membingungkan pengguna. Lagi pula kalau saya buka  formulanya, misi untuk mensukseskan komersialisasi hasil inovasi tidak tercapai. Ramuan pestisida nabati yang ada di perbagai buku atau di google cukup baik, hanya penggunaan nya harus segera karena ke efektifitasannya tidak tahan lama dan formula yang ada bersifat lebih umum. Sedangkan BISMA PK di khusus kan untuk penyakit Patek dan hama penyebab keriting.  Bahan yang digunakan ada lebih dari 10 macam , tiga diantanya memiliki sifat memiliki daya tumpas yang meningkat dengan berjalan nya waktu dimana bahan-bahan lain kekuatan nya menurun. Agar secara komersial berhasil nilai tambah produk harus bermanfaat bagi pengguna.

Asrifarm : Terima kasih Pak Sadiman atas penjelasannya, nanti kita bertemu lagi karena ada beberapa produk inovasi lain seperti BRAHMA , LAKAT dan TEGRAP yang ingin saya ketahui lebih banyak.