TEGRAP adalah pestisida alami yang diracik khusus untuk mengatasi serangan jamur pathogen yang menyebabkan kerusakan dan kematian bibit yang baru disemai. Serangan jamur bisa terjadi bisa sebelum biji tumbuh tunas sampai perbagai serangan setelai tumbuh menjadi pohon kecil.

Jamur pathogen sangat banyak jenis nya diantaranya  Alternatia, Botrytis Cinera, Fusarium, Phytoptora, Pseudomonas, Phyllosticta dan banyak lagi perbagai jenis berpotensi merusak bibit kita. 

Satu jenis jamur pathogen yang paling terjadi adalah akibat jamur Pythium SP. Bibit yang masih berumur sekitar tiga minggu satu persatu rebah, batang mengecil dan akhirnya mati. karena batang bibitnya lunglai di pangkal bawah , pohon akan rebah. Oleh sebab itu penyakit yang disebabkan jamur-jamur ini disebut rebah semai atau damping off

Tidak banyak dibuat pestisida untuk mencegah terjadinya rebah semai atau dampng off, oleh seba itu dikembangkan ramuan alami untuk mengatasi hal ini. 

Untuk kebun yang besar dan taqnaman yang banyak , mencegah bibit mati merupakan proses yang penting. Apalagi tanaman cabai yang rentan, penanaman jumlah yang optimum dan dapat panen secara bersamaan merupakan suatu persyaratan untuk dapat berhasil dalam berbudi daya.

Penelitian dalam membuat ramuan ini perlu kehati-hatian karena yang akan di tanggulangi adalah kemungkinan serangan berbagai jamur yang mematikan tetapi dalam penanganan tidak diperbolehkan ber akibat negatif terhadap tanaman yang relatif masih rentan.

Penggunaan bahan kimia memiliki kemungkinan kegagalan lebih tinggi karena aplikasi tidak bisa dilakukan dengan sering. Lain hal nya dengan penggunaan pestisida alami, selain target sasaran lebih luas, sesering apapun dimungkinkan. 

Penanggulangan jamur memerlukan penyemprotan minimal satu kali per hari agar bisa menumpas atau mencegah nya. Setelah di uji cobakan dilapangan maka Pestisida Alami untuk mencegah terjadinya rebah semai kita luncurkan.

Cara penggunaan dan dosis penggunaan:

Untuk daerah tropis ancaman timbulnya jamur adalah pada peningkatan kelembaban dan genangan air di media tanam akibat penyiraman terlalu berlebih atau terjadinya curah hujan yang tinggi.

Dosis cukup 20 ml per liter air. disemprot basah ke permukaan media tanam setelah penyiraman.

Juga saat terjadinya hujan pada malam hari, semprot saat hujan apabila persemaian diletakkan di tempat tertutup atau dilakukan penyemprotan pagi hari setelah hujan selesai.