Setelah lebih dari dua bulan sejak peluncurannya dan saat ini telah digunakan oleh petani di 18 Provinsi di Indonesia, saatnya melakukan evaluasi manfaat, keampuhan, kendala dan harapan meraka terhadap BISMA PK.

Pengguna BISMA PK pada umumnya terus ber komunikasi dalam penerapan BISMA PK karena konsep aplikasi dan manfaatnya penuh tantangan. Mengapa dikatatakan tantangan karena problem yang harus diatasi BISMA PK merupakan penyakit dan hama yang membuat gentar petani yaitu serangan penyakit busuk buah PATEK dan hama keriting daun cabe yang dampak nya akan menimbulkan kerusakan? diatas 60%.?

Awalnya banyak kritik dan cemooh tidak percaya akan kemampuan BISMA PK yang merupakan Pestisida Nabati menanggulangi karena pestisida kimia pun keberhasilannya dibawah 60%. Secara bergantian para pemakai memberikan testimoni keberhasilan dan beberapa menyatakn tidak tuntas. Bisa dikatakan kebrhasilan untuk mengobati PATEK masih 80%, hal tersebut ternyata karena BISMA PK yang mereka miliki sangat terbatas waktu membelinya sehingga tidak dilakukan dengan frekuensi aplikasi yang disarankan. Ini pun jauh lebih baik dibanding penggunaan fungisida kimia.?

Untuk menanggulangi serangan hama Aphid dan Thrips yang menyebabkan daun cabe keriting dan produktifitas menurun drastis dapat disembuhkan 100%. Bahkan virus gemini yang dibawa kutu putih yang menghebohkan pada tahun ini karena tidak ada obatnya dapat ditaklukkan dimana pohonnya tetap produktif.

Awalnya memang banyak keraguan akan kemampuan BISMA PK untuk menangani hama keriting, tetapi saat ini BISMA PK sudah bisa diterima sebagai perangkat untuk penangkal hama keriting. Keuntungan dengan penggunaan BISMA PK tidak saja mengembalikan kondisi dari tanaman tetapi juga dapat mempertahankan produktifitas tanaman, bahkan meningkatkan kesuburan tanaman dari sebelum si aplikasikan nya BISMA PK.

Ada beberapa catatan yang mesti diperhatikan dalam penggunaan pestisida BISMA PK aar didapatkan keberhasilan dalam penggunaan nya sebagai berikut:

    • Daun atau tunas yang tidak tersentuh BISMA PK dengan yang sudah terpapar berbeda. Warnanya hijau gelap dan begelombang. Asa yang mengira daun nya itu keriting padahal penyebab nya adalah efek dari penggunaan BISMA PK. daun nya nanti akan melebar dan texture nya akan halus normal. Sebaliknya kalau ada keluhan dampak keriting tetapi texture daun tidak ada tanda seperti diatas artinya dalam aplikasi belum menyentuh daun tersebut.  Gambar disebelah kiri nampaknya kondisi pohon nya tidak sehat, tetapi sebenarnya kondisinya membaik dan nanti daun yang bergelombang akan menjadi normal
    • Bisa kita lihat juga banyak tunas bunga mulai bermunculan dalam jumlah yang cukup banayak, ini juda efek positif yang kita harapkan dengan penggunaan BISMA PK. Serangan hama keriting akan mengakibatkan daun keriting bunga dan buah rontok dan apabila makin parah akan menyebabkan kematian pohon. Juga yang sekarang sedang mewabah adalah terjangkitnya kutu kuning Gemini yang menurunkan tingkat produktifita tanaman.
  • Kesalahan yang sering dilakukan dilapangan adalah langsung menuang dari jerigen atau dari botol langung ke tangki spray. Akibatnya homogenitas dari rakuan tidak rata. Inti dari ramuan yang mengendap didasar botol atau jerigen tidak tercampur merata.
  • Cara menyemprot ke tananam juga menentukan keberhasilan dan ke iritan penggunaan Bisma PK. Sangat dianjurkan menggunakan seprayer 1 liter, yang sering dikenal dengan istilah semprotan burung.  Kenana demikian karena kita ingin membasmi hama kuru2 an disekitar pucuk dan dibawah daun2 muda. Cara menyemprot hama dengan cara melakukan penyemprotan pestisida kimia sangatlah berbeda. Penyemprotan pestisida kimia sering mengandalkan aroma tajam yang menghalau atau membubuh serangga melalui perusankan saraf atau menggangu organ pernafasan mereak sehingga dengan adanya abau dalam radius terentu akan bisa mengenyahkan hama2. Sedang pestisida nabati akan efektif bila terjadi kontak dengan hama pengganggu dan ini dimungkinkan dengan penggunaan spray kecil satu liter.
  • Terlalu mengirit penggunaan BISMA PK juga mengkibatkan efektifitas berkurang. pengiritan bisa kita lakukan dengan pengunaan spry 1 liter dan juga kita lakukan hanay terhadap tanaman yang diserang hama keriting daun. Aplikasi BISMA PK agak berlebih juga banyak gunanya karena mempunyai fungsi pendorong pertumbuhan tunas selain membasmi hama.


MOELUS adalah plastik pelindung buah di pohon agar terhindar dari sengatan hama lalat buah. Plastik ini memiliki aroma yang tidak diminati oleh lalat sehingga buah akan aman, mulus dan tidak ada cacat busuk berulat yang mengkibatkan kehilangan nilai komersialnya.

lalat buah seringkali menyerang buah-buahan yang memiliki nilai jual tinggi seperti : Mangga, Jambu biji, Belimbing, Buah Cocoa dan banyak lagi.

Biasanya penanggulann nya dengan menjebak lalat buah dengan perangkap atau lem perekat sehingga populasi lalat buah berkurang. Perangkap diberi zat penarik (attractant) dengan bau-bauan dan warna yang memikat serangga tersebut yang biasanya berwarna kuning.

Walau dengan cara ini cukup efektif tetapi karenan populasi lalat buah di kebun biasanya sangat banyak, pastinya tidak berhasil menanggulangi keseluruhan. Oleh sebab itu perlu juga dibekali pelindung lain seperti pelindung bioplastik MOELUS.

Oleh sebab itu perlu digunakan pembungkus yang memiliki kandungan zat repellent (menolak ) kehadiran lalat buah, dan warna pelindung dibuat menyamarkan bagi lalat buah.

Pembungkus tidak perlu tertutup rapat, sengaja bagian bawahnya dibiarkan terbuka karena buah memerlukan adanya aliran udara untuk mematangkan buah secara alami.

Pembungkus ini terbuat dari plastik yang dapat terurai sehingga ramah lingkungan. Tersedia empat  ukuran Besar sekali, besar  sedang dan kecil disesuaikan dengan ukuran buah yang akan diproteksi.

TEGRAP adalah pestisida alami yang diracik khusus untuk mengatasi serangan jamur pathogen yang menyebabkan kerusakan dan kematian bibit yang baru disemai. Serangan jamur bisa terjadi bisa sebelum biji tumbuh tunas sampai perbagai serangan setelai tumbuh menjadi pohon kecil.

Jamur pathogen sangat banyak jenis nya diantaranya  Alternatia, Botrytis Cinera, Fusarium, Phytoptora, Pseudomonas, Phyllosticta dan banyak lagi perbagai jenis berpotensi merusak bibit kita. 

Satu jenis jamur pathogen yang paling terjadi adalah akibat jamur Pythium SP. Bibit yang masih berumur sekitar tiga minggu satu persatu rebah, batang mengecil dan akhirnya mati. karena batang bibitnya lunglai di pangkal bawah , pohon akan rebah. Oleh sebab itu penyakit yang disebabkan jamur-jamur ini disebut rebah semai atau damping off

Tidak banyak dibuat pestisida untuk mencegah terjadinya rebah semai atau dampng off, oleh seba itu dikembangkan ramuan alami untuk mengatasi hal ini. 

Untuk kebun yang besar dan taqnaman yang banyak , mencegah bibit mati merupakan proses yang penting. Apalagi tanaman cabai yang rentan, penanaman jumlah yang optimum dan dapat panen secara bersamaan merupakan suatu persyaratan untuk dapat berhasil dalam berbudi daya.

Penelitian dalam membuat ramuan ini perlu kehati-hatian karena yang akan di tanggulangi adalah kemungkinan serangan berbagai jamur yang mematikan tetapi dalam penanganan tidak diperbolehkan ber akibat negatif terhadap tanaman yang relatif masih rentan.

Tidak banyak dipasaran booster pestisida yang dipakai baik untuk pestisida organik maupun kimia. Pestisida organik memiliki keunggulan bahwa target sasaran jauh lebih luas dari pestisda organik. yang ditangani tidak hanya hama insek, kutu atau jamur , tetapi akan  juga memiliki kemampuan menumpas tungau, virus atau bakteri yang ikut menumpang dan merusak tanaman.

LAKAT adalah produk perekat pestisida yang irit tetapi efektif.

Produk yang penting yang sering dilupakan dalam menangani organisme penggangu tanaman (OPT) adalah perekat pestisida atau fungisida agar aplikasi ramuan tersebut efektif dan ekonomis.

 Saat kita melakukan penyemprotan tanaman baik dalam setelan kabut maupun dengan jet stream target hama yang kita semprot bisa terkena bisa tidak atau jumlahnya terlalu sedikit di satu sisi dan terlalu banyak di sisi lain.

Oleh sebab itu kita perlu menambhakan zat pelekat yang fungdinya selain melekatkan pestisida juga meratakan. Meratakan sangat penting untuk membunuh atau mencegah permukaan daun ditumbuhi jamur yang merusak atau mematikan virud dsn protozoa yng sering mematikan tanaman.

BISMA PK, adalah pestisida organik untuk membasmi hama Patek dan Keriting daun.

Mengamati perkembangan budidaya cabe pada khususnya, sangat diperlukan pembasmi hama organik tetapi harus juga ampuh. Salah satu hama yang sangat merusak yang mengakibatkan kegagalan tanaman cabe adalah hama Patek dan keriting daun.

Dengan diperoleh nya formula pestisida organik yang berfungsi fungisida dan insektisida merupakan suatu terobosan baru yang akan dapat memberikan penghematan bagi petani.

Pestisida ini dilahirkan setelah Asrifarm mengalami kerugian di awal tahun 2017 akibat empat kebun cabe nya diserang hama dan penyakit Patek sekaligus diserang hama yang menyebabkan cabe mengalami keriting daun.

Dalam mengatasi penyakit dan hama tersebut di upayakan penanggulangan menggunakan obat kimia. Insektisida dan fungisida digunakan secara bersamaan.