BISMA PK relatif baru diperkenalkan ke pekebun yang tertarik menggunakan produk ini untuk mengatasi hama dan penyakit tanaman mereka.

Walau disebutkan penggunaan nya untuk menangani fungi Patek dan kutu2 penghisap daun cabe, ternyata banyak penggunaan nya untuk perbagai sayuran, buah-buahan bahkan tanaman bunga mereka. 

Tanggapan dari pengguna yang diperoleh cukup positif walau tuntutan mereka sangat tinggi. Misal nya mereka berharap kalau ada serangga di semprot segera serangga tersebut jatuh dan mati. Padahal pestisida organik ini bekerja nya halus dan tidak boleh membunuh serangga yang berguna seperti laba-laba,  kepik (lady bug) yang memangsa hama yang merusak tanaman atau kumbang yang fungsi nya membantu penyerbukan tanaman.

Penelitian terbatas dilakukan di pekarangan rumah di Jakarta, baru berjalan  selama 3 minggu di aplikasikan ke perbagai tanaman yang ada di pekarangan depan dan belakang.

Ada pohon jambu air yang memang lagi diserang kutu putih, demikian juga pohon pepaya yang masih anakan dan pohon jamblang muda yang buahnya masih pentil-pentil.

Di beranda belakang terdapat tanaman bunga rambat, Melati Belanda sebagai peneduh sekaligus memberikan nuansa alami. Karena dibawah naungan Melati Belanda tersebut akan kita letakkan persemaian benih cabe, sehingga perlu dilakukan sterilisasi agar setelah bibit tumbuh tidak diganggu atau dirusak oleh serangga yang biasanya mengkonsumsi daun-daun muda.

Disamping itu ada beberapa pohon cabai dengan berbagai usia dari yang berusia 10 HST (Hari Setelah Tanam), ada yang masuk fase Generatif tetapi belum ada tanda pembngaan, ada 2 pohon yang sudah ber buah, satunya cabe rawit dan satu lagi cabe keriting. Cabe keriting tumbuh dalam kekurangan gizi sehingga buah yang di hasilkan ukuran nya kecil.

Apa yang akan kita uji dan amati:

  1. Karena fungdinya sebagai pestisida , tentu nya kita akan menguji seberapa efektif atau ampuh dalam menangani hama dan penyakit tanaman, terutama dalam menangani hama tanaman cabe.
  2. Apakah pestisida ini cukup aman bagi tanaman, tidak membuat tanaman menjadi layu dan mati. Dosis yang aman bagi tanaman tetapi tetap efektif dalammembasmi hama.
  3. Penyakit dan hama cabe muncul saat memasuki fasie pembungaan, apakah aplikasi pestisida ini akan menggangu terjadinya buah atau membuat bunga rontok apa tidak ?.

Dalam meng aplikasikan pestisida digunakan hand sprayer saja mengingat pohon nya tidak banay. Hand sprayer sangat baik untuk mengaplikasikan pestisida  karena penyetelan semprotan bisa menghasilkan kabut tipis merata atau semprotan kuat yang bisa menembak dalam jarak jauh.

Setiap penyemprotan menggunakan perekat pestisida LAKAT agar pestisida bisa melekat rata dan lama di daun atau di serangga sasaran sehingga kerja pestisida dapat lebih efektif

Dosis yang digunakan, untuk tanaman yang sudah terserang penyakit seperti jambu air, papaya dan jamblang putih diberikan dosis dua tutup per liter air di aplikasikan setiap hari selama tiga hari pertama sampai kondisi hama hilang. 

Tanaman rambat Melati Belanda ternyata merupakan sarang belalang besar dan serangga kecil ber warna hijau yang sangat banyak sehingga perlu dilakukan penyemprotan dengan dosis 2 tutup per liter selama tiga hari ber turut2.

Setelahnya dilakukan setiap 3 hari dengan dosis hanya 1 tutup per liter. Apabila dalam pengamatan ditemui masih ada pengganggu hama dilakukan segera penyemprotan untuk menangani hama yang datang ada. Hama yang sering muncul adalah kutu putih di pohon jambu biji dan serangga hijau kecil di pohon merambat Melati Belanda .

Bagaimana hasil aplikasi BISMA PK dalam penelitian ini?

Hasilnya sungguh efektif dan ada dampak positif yang cukup mengejutkan. Pohon cabe yang masuk tahap Generatif baik yang akan ber bunga maupun yang telah panen memunvulkan calon bunga dan daun-daun muda yang akan mendukung pembesaran buah secara baik sekali. 

Pohon cabe rawit yang sedang berbuah satu dua saja memunculkan calon-calon bunga di ujung cabang dalam jumlah yang sigificant jumlahnya. Yang tadinya hanya tumbuh 1 atau dua buah, sekarang di banyak cabang muncul calon bunga 4 sampai 6 buah yang segera memekarkan bunga.

Bagaimana dengan cabe keriting yang kondisinya merana dengan buah yang kurus kecil?. Sekarang pohon ini sudah memunculkan tunas-tunas daun baru disertai dengan tunas bunga yang lebih banyak. 

Demikian juga pohon cabe yang berumur 45 HST memunculkan bungan dalam jumlaj yang cuku lumayan.

Bagaimana dengan phon-pohon lain yang kita aplikasikan? 

Tanaman rambat Melati Belanda yang se umur-umur belum pernah berbunga, memunculkan bunga yang cukup banyak. Pohon jambu air juga memunculkan bunga walau agak lama setelah aplikasi BISMA PK.

Tabulampot Jamblang putih terus menerus menghasilkan bunga dan buah.

Kita harus kembali mengingatkan bahwa BISMA PK adalah pestisida bukan perangsang pembungaan. Apakah ada kesalahan atau memang bagian dari formulasi pestisida yang dikehendaki?