BISMA PK merupakan pestisida untuk membasmi hama penyakit busuk buah Patek dan keriting daun cabe dalam satu ramuan.

Dalam uji aplikasi yang dilakukan Agrifarm ternyata BISMA PK memiliki kemampuan tersembunyi yaitu  selain sebagai pestisida juga sangat powerfull unt mengaktifkan potensi cabe tersebut agar berbunga lebat dan mempercepat pematangan buah.

Dengan mengetahui trik-trik penggunaan yang benar dan efisien maka para pekebun yang memiliki tanaman yang berjumlah banyak dapat menghemat pengeluaran perbagai macam obat anti hama juga termasuk mengirit penggunaan BISMA PK itu sendiri.

Seperti kita ketahui tiga kali masa tanam cabe, hama penyakit menyerang makin parah. Dulu yang perlu diatasai hanya masalah keriting daun, layu pohon dan busuk buah akibat lalat buah. Tahun 2017 ditambah dengan adanya serangan buduk buah Patek atau Anthranoksa. Sekarang bertambah lagi dengan adanya serangan virus kuning Gemini.

Artinya pertama yang perlu kita lakukan adalah mencari varietas cabe yang tahan terhadap penyakit. Pemilhan varietas yang yang mampu berproduktifitas tinggi kita nomor duakan. Apa gunanya punya potensi produksi tinggi kalau ditengah jalan tidak mampu berproduksi karena diserang penyakit.

BISMA PK relatif baru diperkenalkan ke pekebun yang tertarik menggunakan produk ini untuk mengatasi hama dan penyakit tanaman mereka.

Walau disebutkan penggunaan nya untuk menangani fungi Patek dan kutu2 penghisap daun cabe, ternyata banyak penggunaan nya untuk perbagai sayuran, buah-buahan bahkan tanaman bunga mereka. 

Tanggapan dari pengguna yang diperoleh cukup positif walau tuntutan mereka sangat tinggi. Misal nya mereka berharap kalau ada serangga di semprot segera serangga tersebut jatuh dan mati. Padahal pestisida organik ini bekerja nya halus dan tidak boleh membunuh serangga yang berguna seperti laba-laba,  kepik (lady bug) yang memangsa hama yang merusak tanaman atau kumbang yang fungsi nya membantu penyerbukan tanaman.

Penelitian terbatas dilakukan di pekarangan rumah di Jakarta, baru berjalan  selama 3 minggu di aplikasikan ke perbagai tanaman yang ada di pekarangan depan dan belakang.

Ada pohon jambu air yang memang lagi diserang kutu putih, demikian juga pohon pepaya yang masih anakan dan pohon jamblang muda yang buahnya masih pentil-pentil.

Di beranda belakang terdapat tanaman bunga rambat, Melati Belanda sebagai peneduh sekaligus memberikan nuansa alami. Karena dibawah naungan Melati Belanda tersebut akan kita letakkan persemaian benih cabe, sehingga perlu dilakukan sterilisasi agar setelah bibit tumbuh tidak diganggu atau dirusak oleh serangga yang biasanya mengkonsumsi daun-daun muda.

Banyak yang ber tanya-tanya ingin tahu lebih lanjut mengenai produk pestisida alami BRAHMA. Apa keunggulannya dan mengapa ada pestisida BRAHMA disamping keberadaan pestisida organik BISMA PK. Mengapa BRAHMA disebut booster pestisida?

Pestisida organik memiliki karakteristik tidak bisa disimpan lama. BISMA PK hanya di tetapkan untuk masa penggunaan 6 bulan sejak tanggal di produksi. Walau pada penelitian bisa disimpan dan digunakan efektif hingga 8 bulan tetapi terjadi penurunan kualitas sejak bulan ke 7. Masa pemakaian 6 bulan dengan ramuan hingga 10 bahan organik aktif merupakan suatu keunggulan dari BISMA PK. 

Melihat  karakteristik Pestisida organik efektifitasnya tidak panjang pengguna harus melihat tanggal kedaluwarsa nya pasa saat akan membeli pestisida organik tersebut, apapun merek nya.

Pada saat Anda menerima pestisida BISMA PK, karena mengandung jamur antagonis sebagai anti jamur dan bakteri untuk fermentasi  di minta untuk membuka tutup kemasan saat menerima barang agar gas yang terus diproduksi oleh micro organisme yang juga merupakan bagian dari anti hama, dapat dikeluarkan untuk mencegah botol menggembung.

BRAHMA memiliki kandungan berbeda dengan BISMA PK, karena kandungan nya tidak hanya dari utmbuh-tumbuhan tetapi dari bahan alami, seperti kapur sirih, garam epsom dan lain-lain, dimana pada penelitian kami makin lama justru kekuatannya meningkat. 

Gangguan hama apa yang terjadi di musim hujan akhir tahun 2017 ini. Apabila kita amati video-video pertanian yang diunggah di youtube , kita bisa meng menebak bahwa saat ini nerebak serangan hama lalat buah dan kutu putih. Dugaan ini diperkuat diperolehnya konfirmasi dari teman-teman pekebun di sekitar Bogor,  Banten dan Subang.

Pekebun tetangga Mas Sarmo (bukan nama sebenarnya) 3 minggu lalu sampai tersedu-sedan ber ucuran air mata karen lebih dari 60% cabe nya busuk  terserang lalat buah. Padahal Mas Sarmo di juluki Insinyur cabe karena dianggap pakar dalam ber budi daya cabe. Menanam Cabe merupakan salah satu budidaya yang sulit dan beresiko. Makanya tidak heran harga cabe berfluktuasi naik turun sangat drastis. Sering harga cabe begitu tinggi sehingga memikat banayk pemula untuk berbudi daya cabe dengan hasil merugi walau harga tetap tinggi karena produktifitas per satuan luasnya rendah.

Ada beberapa cara untuk mengatasi lalat buah ini antara lain

  • Dengan perekat agar lalat buah menempel se benda yang kita beri lem yang mengandung pemikat lalat buah (attractan)
  • Memasang perangkat atau jebakan lalat buah jantan sehingga populasi lalat jantan habis dan lalat betina tidak bertelur.
  • Melindungi buah dengan menutup buah dengan plastik yang mengusir lalat (repellant)

Penggunaan pestisida alami memang sangat diperlukan, karena dalam penggunaan nya tidak merusak lingkungan.  Bagi petani atau pekebun akan terjaga kesehatannya karena dalam pertanian dan perkebunan penggunaan pestisida sangat intensif untuk mencegah kegagalan panen. Tentunya bagi konsumen yang ingin menjaga kesehatan pendekatan organik akan benar-benar bermanfaat karena buah dan sayuran yang dihasilkan merupakan produk  sehat, bebas dari ramuan kimia yang kemungkinan berpotensi mengganggu kesehatan.

Mengapa ada keengganan menggunakan pestisida Organik? Serangan hama (Organisme Penggangu Tanaman) dianggap suatu bencana karena mengancam keberhasilan dalam bercocok tanam yang merupakan sumber penghasilan utama mereka. Petani dan pekebun berkeinginan suatu ramuan pestisida yang benar-benar efektif. Seperti yang kterjadi dirumah dalam menanggulangi gangguan nyamuk. Kita ingin obat nyamuk yang sekali semprot nyamuk mati bergelimpangan si lantai. Kita juga puas dengan raket berbatere untuk menebas nyamuk yang berterbangan dengan bunyi platak pletok kalau mengenai nyamuk yang tidak beruntung.

Padahal penggunaan pestisida organik cara bekerjanya lebih lembut , tidak semuanya membunuh seketika hama yang kita tuju, tetapi tetap efektif bahkan bisa lebih tuntas dibandingkan pestisida berbahan aktif ganda. Pestisida organik mampu membunuh Organisme Pengganggu tanaman (OPT) berupa insek, kutu, jamur dan virus secar sekaligus. Serangan hama ke tanaman misalnya kutu penyebab keriting daun sering di ikuti serangan bakteri kuning Gemini. Sehingga pestisida organik menarik untuk digunakan.

Kendala lain masa guna efektif  pestisida organik relatif pendek, tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Kita sering memperoleh informasi pengunaan pestisida organik adalah diramu dari bahan segar kemudian segera di aplikasikan ketanaman dan hasilnya memang terbukti ampuh.

Untuk memperoleh kebun yang sehat dan indah berbudi daya di kebun maupun pekarangan kita memerlukan pengendali hama yang sehat tetapi efektif untuk menghalau hama. Pengunaan Pestisida alami atau organik yang ampuh merupakan kebutuhan mutlak. Penggunaan pestisida kimia lebih banyak diminati karena pemahaman nya pasti akan lebih manjur. Pestisida formula kimia memang efektif untuk mengatasi hama karena hasilnya seketika. Seperti saat kita mengatasi gangguan nyamuk yang dicari adalah obat nyamuk yang sekali semprot nyamuk berjatuhan mati.

Kita harus pahami pestisida kimia selain memiliki dampak negatif terhadap penggunanya juga efektifitasnya terbatas. Kita harus mengetahui persis hama apa yang menyerang dan harus tahu pula bahan aktif pestisida yang harus digunakan. Pestisida kimia untuk insek ber beda dengan pestisida untuk kutu-kutuan. Jenis penyakit hama sangat bervariasi, ada insek, kutu-kutuan, jamur, Protozoa, virus, bakteri dan lain-lain. Akibatnya penggunaan pestisida formula kimia selain akan menggangu kesehatan pekebunnya juga sebenarnya mengeluarkan biaya mahal untuk menyelamatkan kebun nya.